Ekonomi RI tetap andalkan konsumsi domestik
Selasa, 07 Agustus 2012 - 17:23 WIB
Ekonomi RI tetap andalkan konsumsi domestik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah masih akan menekankan dua motor penggerak ekonomi untuk menggenjot pertumbuhan hingga akhir tahun 2012. Motor tersebut adalah konsumsi secara domestik dan investasi.
Sesuai dengan APBN Perubahan (APBNP) 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 6,5 persen.
"Domestik konsumsi dan investasi harus terus berkembang, kita ke depan melihat 2012 di atas 6 persen," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Agus merasa cukup bersyukur dengan pencapaian 6,4 persen pada triwulan II, di tengah neraca perdagangan yang tertekan dan mengakibatkan defisit selama tiga bulan berturut-turut.
"Kita bisa tumbuh 6,4 persen betul-betul kondisi yang kita syukuri karena saat neraca perdagangan tertekan seperti ini, ini diluar yang kita perkirakan," ucap Agus.
Hal senada juga diungkapkan Menteri PPN/Bappenas Armida Alisjahbana. Namun dirinya mengaku lebih terkejut melihat pertumbuhan investasi yang terjadi dibandingkan dengan konsumsi domestik.
"Jadi memang driver pertumbuhan konsumsi domestik kita tetap kuat dan kemudian diluar ekspektasi itu ternyata investasi. Padahal target investasi kita itu 11 persen sekarang sudah bisa 12 persen," jelas Armida di kesempatan yang sama.
Dirinya mengingatkan masyarakat harus menjaga momentum tersebut sehingga pertumbuhan Indonesia makin tinggi. Dengan begitu, pemerintah juga dapat meminimalisir ekspor yang pada bulan Juli lalu mengalami penurunan.
"Kemudian kontribusi itu sektor pertanian paling bagus yaitu 3,7 persen. Itu yang men-drive pertumbuhan ekonomi kita," katanya.
Dia berharap dengan adanya faktor-faktor tersebut, kesejahteraan rakyat meningkat dan akan mengurangi pengangguran masyarakat Indonesia. "Harapan kita bisa diterjemahkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi pengangguran," pungkasnya.
Sesuai dengan APBN Perubahan (APBNP) 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 6,5 persen.
"Domestik konsumsi dan investasi harus terus berkembang, kita ke depan melihat 2012 di atas 6 persen," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Agus merasa cukup bersyukur dengan pencapaian 6,4 persen pada triwulan II, di tengah neraca perdagangan yang tertekan dan mengakibatkan defisit selama tiga bulan berturut-turut.
"Kita bisa tumbuh 6,4 persen betul-betul kondisi yang kita syukuri karena saat neraca perdagangan tertekan seperti ini, ini diluar yang kita perkirakan," ucap Agus.
Hal senada juga diungkapkan Menteri PPN/Bappenas Armida Alisjahbana. Namun dirinya mengaku lebih terkejut melihat pertumbuhan investasi yang terjadi dibandingkan dengan konsumsi domestik.
"Jadi memang driver pertumbuhan konsumsi domestik kita tetap kuat dan kemudian diluar ekspektasi itu ternyata investasi. Padahal target investasi kita itu 11 persen sekarang sudah bisa 12 persen," jelas Armida di kesempatan yang sama.
Dirinya mengingatkan masyarakat harus menjaga momentum tersebut sehingga pertumbuhan Indonesia makin tinggi. Dengan begitu, pemerintah juga dapat meminimalisir ekspor yang pada bulan Juli lalu mengalami penurunan.
"Kemudian kontribusi itu sektor pertanian paling bagus yaitu 3,7 persen. Itu yang men-drive pertumbuhan ekonomi kita," katanya.
Dia berharap dengan adanya faktor-faktor tersebut, kesejahteraan rakyat meningkat dan akan mengurangi pengangguran masyarakat Indonesia. "Harapan kita bisa diterjemahkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi pengangguran," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :