Jakarta basis bisnis AirAsia
Rabu, 08 Agustus 2012 - 10:49 WIB
Jakarta basis bisnis AirAsia
A
A
A
Sindonews.com – Maskapai penerbangan berbiaya hemat AirAsia ASEAN resmi berdiri kemarin, sekaligus membuka kantor barunya di Jakarta yang menjadi basis untuk wilayah regional Asia Tenggara.
CEO Group AirAsia Tony Fernandes mengatakan, didirikannya AirAsia ASEAN ini merupakan strategi di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin sengit. Dia menjelaskan, AirAsia ASEAN nantinya menjadi pusat perluasan usaha grupnya di wilayah regional.
“Sekaligus membantu mempersiapkan grup untuk mengimplementasi kebijakan Open Skies ASEAN dan ASEAN Economic Community (2015),”kata Tony seusai menghadiri peresmian AirAsia ASEAN di Jakarta kemarin.
Alasan perusahaannya memilih kota Jakarta sebagai basis regional di wilayah ASEAN adalah karena Jakarta memiliki berbagai macam etnik dan budaya yang beraneka ragam. Hal ini mewakili berbagai macam etnik dan budaya yang ada di 10 negara anggota ASEAN. “Jakarta juga tempat terbaik untuk tinggal, mulai bulan ini saya resmi pindah dan bertempat tinggal di Jakarta dan berkonsentrasi untuk Air- Asia ASEAN,”tambahnya.
Dengan fokus pada pertumbuhan regional, AirAsia memperluas pasarnya berdasarkan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta jiwa dan mendekatkan negara-negara ASEAN dalam waktu empat jam penerbangan sampai ke negaranegara tetangga dengan populasi terbanyak seperti China, India,Jepang,dan Korea.
Wilayah ASEAN, Asia Timur Laut dan Asia Selatan memiliki jumlah populasi sebanyak 3 miliar jiwa, atau 43 persen dari jumlah penduduk dunia. “Tidak ada satu pasar domestik pun di ASEAN, bahkan Indonesia,dapat menyamai potensi dari pasar ASEAN dengan jumlah penduduk 600 juta jiwa, dengan diresmikannya home base di Jakarta ini kami menargetkan dapat meraih pangsa pasarnya hingga 20 persen,” lanjut Tony.
Tony menjelaskan, dengan basis regional yang baru, Air- Asia memperkuat posisinya sebagai maskapai penerbangan ASEAN.AirAsia saat ini terdiri dari enam maskapai penerbangan, lima di antaranya berada di wilayah ASEAN. Adapun, maskapai penerbangan yang melayani penerbangan jarak pendek adalah AirAsia Malaysia, AirAsia Thailand, AirAsia Indonesia,AirAsia Filipina, dan AirAsia Jepang. Sementara yang melayani penerbangan jarak jauh adalah AirAsia X.
AirAsia mendukung pertumbuhan regionalnya dengan program penambahan pesawat yang termasuk pemesanan 375 Airbus A320, 25 Airbus A330, dan 10 Airbus A350. Saat ini grup AirAsia beroperasi dengan 104 pesawat Airbus A320, sembilan Airbus A330,dan dua Airbus A340. Grup AirAsia juga mengoperasikan lebih dari 160 rute penerbangan langsung yang menghubungkan kota-kota negara dan terbang menuju 85 destinasi, di mana 55 di antaranya di wilayah ASEAN. Sementara,Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi menjelaskan bahwa perseroan akan mengubah konsep bisnis Batavia Air dari medium service ke low cost carrier (LCC) layaknya AirAsia.
Rencana tersebut dilakukan setelah PT Fersindo Nusaperkasa dan Air- Asia Berhad mengakuisisi Batavia Air. “Saya kira iya, kecenderungannya akan ke sana (LCC). Itu dalam proses ke sana,tetapi kalau kita yakini proses itu berkembang,” ujar Dharmadi. Menurut Dharmadi, perkembangan bisnis penerbangan di segmen LCC pada saat ini sangat berkembang di baik di Indonesia maupun di dunia.Sebagai contoh,AirAsia yang bergerak di segmen LCC sampai saat ini berkembang dengan sangat baik. Namun, AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa sepakat tetap mempertahankan penerbangan umrah yang selama ini dilayani oleh Batavia Air.
Seperti diketahui, AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa mengakuisisi PT Metro Batavia Group yang merupakan operator Batavia Air. AirAsia Berhad akan memiliki saham di Metro Batavia sebesar 49 persen. Sedangkan Fersindo, mitra AirAsia Berhad di Indonesia, menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen. Fersindo juga menjadi pemilik saham mayoritas PT Indonesia AirAsia dengan porsi 51 persen. Transaksi senilai USD80 juta tersebut akan dilakukan secara tunai.
CEO Group AirAsia Tony Fernandes mengatakan, didirikannya AirAsia ASEAN ini merupakan strategi di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin sengit. Dia menjelaskan, AirAsia ASEAN nantinya menjadi pusat perluasan usaha grupnya di wilayah regional.
“Sekaligus membantu mempersiapkan grup untuk mengimplementasi kebijakan Open Skies ASEAN dan ASEAN Economic Community (2015),”kata Tony seusai menghadiri peresmian AirAsia ASEAN di Jakarta kemarin.
Alasan perusahaannya memilih kota Jakarta sebagai basis regional di wilayah ASEAN adalah karena Jakarta memiliki berbagai macam etnik dan budaya yang beraneka ragam. Hal ini mewakili berbagai macam etnik dan budaya yang ada di 10 negara anggota ASEAN. “Jakarta juga tempat terbaik untuk tinggal, mulai bulan ini saya resmi pindah dan bertempat tinggal di Jakarta dan berkonsentrasi untuk Air- Asia ASEAN,”tambahnya.
Dengan fokus pada pertumbuhan regional, AirAsia memperluas pasarnya berdasarkan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta jiwa dan mendekatkan negara-negara ASEAN dalam waktu empat jam penerbangan sampai ke negaranegara tetangga dengan populasi terbanyak seperti China, India,Jepang,dan Korea.
Wilayah ASEAN, Asia Timur Laut dan Asia Selatan memiliki jumlah populasi sebanyak 3 miliar jiwa, atau 43 persen dari jumlah penduduk dunia. “Tidak ada satu pasar domestik pun di ASEAN, bahkan Indonesia,dapat menyamai potensi dari pasar ASEAN dengan jumlah penduduk 600 juta jiwa, dengan diresmikannya home base di Jakarta ini kami menargetkan dapat meraih pangsa pasarnya hingga 20 persen,” lanjut Tony.
Tony menjelaskan, dengan basis regional yang baru, Air- Asia memperkuat posisinya sebagai maskapai penerbangan ASEAN.AirAsia saat ini terdiri dari enam maskapai penerbangan, lima di antaranya berada di wilayah ASEAN. Adapun, maskapai penerbangan yang melayani penerbangan jarak pendek adalah AirAsia Malaysia, AirAsia Thailand, AirAsia Indonesia,AirAsia Filipina, dan AirAsia Jepang. Sementara yang melayani penerbangan jarak jauh adalah AirAsia X.
AirAsia mendukung pertumbuhan regionalnya dengan program penambahan pesawat yang termasuk pemesanan 375 Airbus A320, 25 Airbus A330, dan 10 Airbus A350. Saat ini grup AirAsia beroperasi dengan 104 pesawat Airbus A320, sembilan Airbus A330,dan dua Airbus A340. Grup AirAsia juga mengoperasikan lebih dari 160 rute penerbangan langsung yang menghubungkan kota-kota negara dan terbang menuju 85 destinasi, di mana 55 di antaranya di wilayah ASEAN. Sementara,Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi menjelaskan bahwa perseroan akan mengubah konsep bisnis Batavia Air dari medium service ke low cost carrier (LCC) layaknya AirAsia.
Rencana tersebut dilakukan setelah PT Fersindo Nusaperkasa dan Air- Asia Berhad mengakuisisi Batavia Air. “Saya kira iya, kecenderungannya akan ke sana (LCC). Itu dalam proses ke sana,tetapi kalau kita yakini proses itu berkembang,” ujar Dharmadi. Menurut Dharmadi, perkembangan bisnis penerbangan di segmen LCC pada saat ini sangat berkembang di baik di Indonesia maupun di dunia.Sebagai contoh,AirAsia yang bergerak di segmen LCC sampai saat ini berkembang dengan sangat baik. Namun, AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa sepakat tetap mempertahankan penerbangan umrah yang selama ini dilayani oleh Batavia Air.
Seperti diketahui, AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa mengakuisisi PT Metro Batavia Group yang merupakan operator Batavia Air. AirAsia Berhad akan memiliki saham di Metro Batavia sebesar 49 persen. Sedangkan Fersindo, mitra AirAsia Berhad di Indonesia, menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen. Fersindo juga menjadi pemilik saham mayoritas PT Indonesia AirAsia dengan porsi 51 persen. Transaksi senilai USD80 juta tersebut akan dilakukan secara tunai.
(and)
Lihat Juga :