PLTU Timika ditender ulang ke BUMN karya
Rabu, 08 Agustus 2012 - 15:53 WIB
PLTU Timika ditender ulang ke BUMN karya
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) siap untuk mengadakan tender pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timika berkapasitas 4x7 Mw. Tender ini akan dilakukan dalam waktu dekat dan ditujukan untuk BUMN-BUMN karya.
"Contohnya di Timika, itu kan milik PLN. 4x7 Mw, akan ditunjuk tender salah satu 4 BUMN karya," ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta Rabu (8/8/2012).
Dirinya menargetkan penandatanganan kontrak pengadaan dengan nilai proyek USD1,2 juta per MW tersebut akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.
Diketahui, tender PLTU Timika sudah pernah gagal sebanyak dua kali pada saat ditenderkan, maka dari itu saat ini khusus ditenderkan ke perusahaan pelat merah lainnya.
"Nanti khusus memang untuk ditenderkan ke BUMN. Kita sudah dua kali tender tapi gagal yang Timika, kita cari cara baru lalu kita ambil dari BUMN," lengkapnya.
Sebelumnya, kegagalan tersebut terjadi karena adanya hitungan yang besar dari estimasi nilai proyek PLTU Timika. Sehingga, banyak perusahaan yang mengurungkan niatnya pada proyek itu. "Nilai proyek jauh lebih tinggi dari harga bayangan PLN, jadi pada tidak mau," pungkasnya.
"Contohnya di Timika, itu kan milik PLN. 4x7 Mw, akan ditunjuk tender salah satu 4 BUMN karya," ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta Rabu (8/8/2012).
Dirinya menargetkan penandatanganan kontrak pengadaan dengan nilai proyek USD1,2 juta per MW tersebut akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.
Diketahui, tender PLTU Timika sudah pernah gagal sebanyak dua kali pada saat ditenderkan, maka dari itu saat ini khusus ditenderkan ke perusahaan pelat merah lainnya.
"Nanti khusus memang untuk ditenderkan ke BUMN. Kita sudah dua kali tender tapi gagal yang Timika, kita cari cara baru lalu kita ambil dari BUMN," lengkapnya.
Sebelumnya, kegagalan tersebut terjadi karena adanya hitungan yang besar dari estimasi nilai proyek PLTU Timika. Sehingga, banyak perusahaan yang mengurungkan niatnya pada proyek itu. "Nilai proyek jauh lebih tinggi dari harga bayangan PLN, jadi pada tidak mau," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :