AS-RI perluas kerja sama proyek infrastruktur
Kamis, 09 Agustus 2012 - 20:48 WIB
AS-RI perluas kerja sama proyek infrastruktur
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) dan Indonesia kembali meraih pencapaian yang penting di bawah Kemitraan Komprehensif antara kedua negara dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MOU) pada 8 Agustus untuk mendukung kerja sama bilateral secara lebih luas dalam proyek pembangunan infrastruktur.
Asisten Menteri Luar Negeri AS Bidang Ekonomi dan Bisnis, José Fernandez yang sedang berkunjung ke Indonesia dan Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Agus Tjahajana menandatangani MOU tersebut di Kementerian Perindustrian.
Dikutip dari rilis Kedutaan Besar AS yang diterima Sindonews, Kamis (9/8/2012), MOU ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi kalangan bisnis AS dan Indonesia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam proyek pembangunan infrastruktur di sektor-sektor yang menjadi prioritas.
Sektor-sektor yang menjadi prioritas di antaranya zona industri, energi dan listrik, transportasi, air bersih, dan pengembangan industri ramah lingkungan di koridor utama di bawah Rencana Induk Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.
Duta Besar AS Scot Marciel yang menyaksikan penandatanganan tersebut bersama Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat mengatakan, MOU ini adalah sebuah contoh lagi bagaimana Kemitraan Komprehensif antara kedua negara akan memberi manfaat bagi masyarakat AS dan Indonesia.
"Hal ini akan membuka peluang lebih bagi kerja sama untuk membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastrukturnya dan pada saat yang sama membantu mengembangkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Scot Marciel.
Salah satu contoh kerja sama yang lebih besar dalam proyek pembangunan infrastruktur adalah kesepakatan yang baru-baru ini dicapai antara perusahaan Amerika Celanese Corporation dan Pertamina untuk mengembangkan proyek bahan bakar etanol sintetis; sebuah potensi investasi senilai dua milyar dollar oleh Celanese Corporation.
Asisten Menteri Luar Negeri AS Bidang Ekonomi dan Bisnis, José Fernandez yang sedang berkunjung ke Indonesia dan Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Agus Tjahajana menandatangani MOU tersebut di Kementerian Perindustrian.
Dikutip dari rilis Kedutaan Besar AS yang diterima Sindonews, Kamis (9/8/2012), MOU ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi kalangan bisnis AS dan Indonesia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam proyek pembangunan infrastruktur di sektor-sektor yang menjadi prioritas.
Sektor-sektor yang menjadi prioritas di antaranya zona industri, energi dan listrik, transportasi, air bersih, dan pengembangan industri ramah lingkungan di koridor utama di bawah Rencana Induk Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.
Duta Besar AS Scot Marciel yang menyaksikan penandatanganan tersebut bersama Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat mengatakan, MOU ini adalah sebuah contoh lagi bagaimana Kemitraan Komprehensif antara kedua negara akan memberi manfaat bagi masyarakat AS dan Indonesia.
"Hal ini akan membuka peluang lebih bagi kerja sama untuk membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastrukturnya dan pada saat yang sama membantu mengembangkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Scot Marciel.
Salah satu contoh kerja sama yang lebih besar dalam proyek pembangunan infrastruktur adalah kesepakatan yang baru-baru ini dicapai antara perusahaan Amerika Celanese Corporation dan Pertamina untuk mengembangkan proyek bahan bakar etanol sintetis; sebuah potensi investasi senilai dua milyar dollar oleh Celanese Corporation.
(gpr)
Lihat Juga :