Kualitas jelek, stiker BBM Jawa-Bali ditarik
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 16:09 WIB
Kualitas jelek, stiker BBM Jawa-Bali ditarik
A
A
A
Sindonews.com - Program pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang saat ini berlaku untuk Jawa-Bali sepertinya memiliki kecacatan. Stiker yang dipakai sebagai tanda pelarangan penggunaan premium oleh mobil dinas kualitasnya sangat buruk.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini membenarkan hal tersebut. Tidak hanya untuk mobil dinas, namun juga untuk kendaraan yang beroperasi di daerah pertambangan.
"Kalau untuk pertambangan nanti kan September, mudah-mudahan tidak telat," kata Rudi di kantornya, Jumat (10/8/2012).
Perubahan stiker terjadi setelah evaluasi yang pada pembatasan yang sebelumnya dilakukan di Jabodetabek. Rudi mengakui buruknya kualitas stiker sehingga tidak bertahan lama. Maka dari itu beberapa komponen stiker dirubah. Misalnya, jika sebelumnya stiker dipasanga diluar, sekarang dipasang didalam.
"stiker kan dipasang di luar dari orange menjadi kuning menjadi putih. sekarang idenya disimpen didalam. Karena di dalam ada perubahan bahan, makanya ada pemunduran percetakan," jelasnya.
Namun, menurutnya program pembatasan tetap berlanjut walaupun tanpa pemasangan stiker di kendaraan milik pemerintah tersebut. "Kan tanpa stiker bisa dikenali. dari nomor saja kelihatanya merah," pugnkasnya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini membenarkan hal tersebut. Tidak hanya untuk mobil dinas, namun juga untuk kendaraan yang beroperasi di daerah pertambangan.
"Kalau untuk pertambangan nanti kan September, mudah-mudahan tidak telat," kata Rudi di kantornya, Jumat (10/8/2012).
Perubahan stiker terjadi setelah evaluasi yang pada pembatasan yang sebelumnya dilakukan di Jabodetabek. Rudi mengakui buruknya kualitas stiker sehingga tidak bertahan lama. Maka dari itu beberapa komponen stiker dirubah. Misalnya, jika sebelumnya stiker dipasanga diluar, sekarang dipasang didalam.
"stiker kan dipasang di luar dari orange menjadi kuning menjadi putih. sekarang idenya disimpen didalam. Karena di dalam ada perubahan bahan, makanya ada pemunduran percetakan," jelasnya.
Namun, menurutnya program pembatasan tetap berlanjut walaupun tanpa pemasangan stiker di kendaraan milik pemerintah tersebut. "Kan tanpa stiker bisa dikenali. dari nomor saja kelihatanya merah," pugnkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :