Cuma 31 pedagang lama Pasar Turi lolos stan baru
Minggu, 12 Agustus 2012 - 18:24 WIB
Cuma 31 pedagang lama Pasar Turi lolos stan baru
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan pedagang lama Pasar Turi yang belum dapat jatah stan di Pasar Turi Baru harus rela gigit jari. Dari hampir seribu pedagang, 31 diantaranya lolos untuk dapat stan sesuai dengan janji Pemkot dan pengembang.
Asisten II Pemkot Surabaya Muhlas Udin menuturkan, pihaknya sudah memberikan tiga kategori bagi pedagang lama Pasar Turi yang belum dapat stan. Pertama adalah pedagang miskin yang jumlahnya 89 orang, pedagang yang sertifikatnya digadaikan di bank serta pedagang yang sudah melakukan proses pindah tangan buku stan.
"Dari semuanya itu kami mwenyetujui 31 pedagang yang masuk kategori pertama. Sebanyak 31 pedagang itu benar-benar miskin," ujar Muhlas Minggu (12/8/2012).
Ia melanjutkan, pihaknya dituntut untuk jeli dalam melakukan proses verifikasi dan pengecekan data langsung di lapangan. Sebab banyak pedagang yang mengaku miskin tapi sebenarnya memiliki banyak stan.
"Kami jelas tak bisa membantu pedagang yang kaya, jadi kalau memang miskin langsung kemi berikan bantuan. Makanya hanya 31 pedagang itu yang kami bantu," jelasnya.
Saat ini, katanya, 31 pedagang itu langsung diarahkan ke pihak pengembang untuk ikut pengundian stan. Mereka bisa mendapat stan sesuai jatah yang diberikan PT Gala Megah Investmen (GMI) selau investor Pasar Turi Baru.
Sementara itu, bagi pedagang yang buku stannya sudah digadaikan ke bank, pemkot belum bisa membantu. Pihaknya sudah berusaha melobi pihak untuk segera menyerahkan buku stan. Tapi, semua upaya itu harus kandas karena tak ada respon posistif dari bank.
"Ini bisnis, karena bank sudah mengeluarkan uang untuk buku stan pedagang lama Pasar Turi. Jadi kami kesulitan untuk menarik buku stan tersebut," jelasnya.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini juga menjelaskan, ada juga buku stan yang sudah dipindahtangankan pada pihak ketiga. Kasus seperti ini juga sulit untuk dipecahkan oleh pemkot. Sebab, kepemilikan stan kini bukan pedagang lama Pasar Turi yang lima tahun lalu terbakar.
"Kami tetap harus jeli untuk membantu pedagang Pasar Turi. Banyak kasus dan persoalan yang berbeda," tegasnya.
Salah satu pedagang Jayadi Ali Sadikin mengatakan, pihaknya berharap pemkot bisa membantu pedagang dengan segera. Saat ini, proses pengerjaan Pasar Turi Baru sudah dilakukan.
"Kalau tak segera didaftarkan, kami khawatir tertinggal dari pedagang lain yang sudah dapat stan," jelasnya.
Asisten II Pemkot Surabaya Muhlas Udin menuturkan, pihaknya sudah memberikan tiga kategori bagi pedagang lama Pasar Turi yang belum dapat stan. Pertama adalah pedagang miskin yang jumlahnya 89 orang, pedagang yang sertifikatnya digadaikan di bank serta pedagang yang sudah melakukan proses pindah tangan buku stan.
"Dari semuanya itu kami mwenyetujui 31 pedagang yang masuk kategori pertama. Sebanyak 31 pedagang itu benar-benar miskin," ujar Muhlas Minggu (12/8/2012).
Ia melanjutkan, pihaknya dituntut untuk jeli dalam melakukan proses verifikasi dan pengecekan data langsung di lapangan. Sebab banyak pedagang yang mengaku miskin tapi sebenarnya memiliki banyak stan.
"Kami jelas tak bisa membantu pedagang yang kaya, jadi kalau memang miskin langsung kemi berikan bantuan. Makanya hanya 31 pedagang itu yang kami bantu," jelasnya.
Saat ini, katanya, 31 pedagang itu langsung diarahkan ke pihak pengembang untuk ikut pengundian stan. Mereka bisa mendapat stan sesuai jatah yang diberikan PT Gala Megah Investmen (GMI) selau investor Pasar Turi Baru.
Sementara itu, bagi pedagang yang buku stannya sudah digadaikan ke bank, pemkot belum bisa membantu. Pihaknya sudah berusaha melobi pihak untuk segera menyerahkan buku stan. Tapi, semua upaya itu harus kandas karena tak ada respon posistif dari bank.
"Ini bisnis, karena bank sudah mengeluarkan uang untuk buku stan pedagang lama Pasar Turi. Jadi kami kesulitan untuk menarik buku stan tersebut," jelasnya.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini juga menjelaskan, ada juga buku stan yang sudah dipindahtangankan pada pihak ketiga. Kasus seperti ini juga sulit untuk dipecahkan oleh pemkot. Sebab, kepemilikan stan kini bukan pedagang lama Pasar Turi yang lima tahun lalu terbakar.
"Kami tetap harus jeli untuk membantu pedagang Pasar Turi. Banyak kasus dan persoalan yang berbeda," tegasnya.
Salah satu pedagang Jayadi Ali Sadikin mengatakan, pihaknya berharap pemkot bisa membantu pedagang dengan segera. Saat ini, proses pengerjaan Pasar Turi Baru sudah dilakukan.
"Kalau tak segera didaftarkan, kami khawatir tertinggal dari pedagang lain yang sudah dapat stan," jelasnya.
(and)
Lihat Juga :