Jelang libur, IHSG cenderung sepi & datar

Senin, 13 Agustus 2012 - 08:06 WIB
Jelang libur, IHSG cenderung...
Jelang libur, IHSG cenderung sepi & datar
A A A
Sindonews.com - Memasuki minggu terakhir sebelum libur panjang Lebaran, kemungkinan pasar akan relatif sepi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kedepan juga diprediksi akan cenderung bergerak datar kecuali bila kondisi bursa saham global memberikan sinyal positif.

Selama sepekan kemarin pergerakan IHSG mencatatkan kenaikan yang lebih baik dari pencapaian sebelumnya. Hingga akhir pekan kemarin, IHSG berhasil menanjak 1,02 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang naik hanya 0,38 persen.

Perjalanan IHSG selama sepekan kemarin yang mencatatkan angka positif bukan berarti IHSG bergerak dalam zona hijau sepenuhnya. Perjalanan IHGS sepekan kemarin tercatat culup fluktuatif dimana, IHSG sempat tergelincir ke zona merah di awal pekan.

"Meskipun secara teknikal, IHSG telah mendekati area overbought dan sempat masuk ke teritori negatif namun, IHSG terbantukan dengan pergerakan bursa saham global yang masih dapat mencatakan kinerja yang baik," ujar pengamat pasar modal dari Indosurya Asset Management‪, Reza Priyambada, Senin (13/8/2012).

Secara kumulatif, lanjut Reza pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 vs semester I-2011 tumbuh sebesar 6,3 persen. "Sentimen ini membuat pasar optimis dengan stabilnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 6,4 persen dan kemungkinan berlangsung hingga 2013," sambungnya.

Di sisi lain, positifnya kondisi pasar juga didukung oleh adanya pernyataan positif dari salah satu anggota koalisi partai Kanselir Jerman dimana mereka tidak akan menghalangi rencana Presiden ECB dalam menerbitkan obligasi bersama untuk mengurangi krisis utang serta setelah Yunani dan para kreditor menyetujui perlunya kebijakan bersama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sayangnya, kata Reza, penguatan yang terjadi tidak bertahan lama. Pada perdagangan Selasa, 7 Agustus 2012, IHSG sempat dilanda profit taking sehingga membuat IHSG masuk ke zona merah.

Namun, sehari setelah itu IHSG berhasil kembali bangkit karena masih positifnya outlook ekonomi Indonesia dan imbas rilis kinerja perusahaan global yang di atas estimasi meskipun terdapat halangan berupa respon negatif pelaku pasar terhadap perekonomian China yang dinilai masih melambat dan keputusan China yang akan memperpanjang pengawasan terhadap properti, terutama untuk mencegah lonjakan harga.

Akan tetapi, pelemahan ini sedikit tertahan karena ekspektasi melemahnya inflasi akan memberi cukup ruang bagi PBoC untuk melonggarkan moneter.

"Rilis BI rate yang tetap di level 5,75 persen dan terus adanya harapan akan aksi bank sentral yang akan meluncurkan program stimulus moneternya di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depannya menjadi pijakan IHSG untuk dapat bertahan di zona positif hingga akhir pekan, meskipun aksi-aksi profit taking terus menyertai," cerita Reza memaparkan bagaiman pergerakan IHSG terus naik-turun selama sepekan lalu.

Berbeda dengan pergerakan sepekan lalu, Reza memandang, pekan ini akan memasuki minggu terakhir sebelum libur panjang Lebaran sehingga kemungkinan pasar akan relatif sepi.

Aksi-aksi profit taking bisa saja kembali berlanjut. Akan tetapi, potensi reversal turun dan aksi profit taking ini bisa saja berkurang bila pasar saham global bisa bertahan di zona hijau.

"Di luar itu semua, kami memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak datar kecuali bila kondisi bursa saham global memberikan sinyal positif," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada perdagangan sepekan ke depan, diperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 4.051-4.096 dan resistance 4.168-4.195. Dari indikator mingguan stochastic memang telah memperlihatkan pergerakannya yang menyentuh area overbought.

Apalagi didukung dengan terbentuknya candle yang hampir membentuk dragonfly doji yang bisa saja mengindikasikan pembalikan arah. Akan tetapi, bila menggunakan indikator bollinger band, IHSG masih bergerak di sekitar middle bollinger band sehingga masih menyisakan banyak ruang hingga batas upper bollinger band dimana batas upper bollinger band tersebut mengasumsikan telah mencapai level 4.250 hingga 4.270an.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
19 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
32 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Vietnam Jelang Final AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved