Garansi dorong koperasi bagi rakyat kecil
Senin, 13 Agustus 2012 - 14:19 WIB
Garansi dorong koperasi bagi rakyat kecil
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok masyarakat kecil perlu untuk dilibatkan dalam menyokong perekonomian nasional lewat program-program riil berbasis ekonomi kerakyatan. Pasalnya, kelompok ini terbukti memiliki daya tahan terhadap krisis maupun gejolak harga.
Menurut Ketua Umum Gerakan Adil Aman Sejahtera untuk Indonesia (Garansi), Gondo Raditiyo Gambiro disela-sela operasi pasar sembako murah di Jakarta, Senin (13/8/2012)), perlu dilakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ekonomi kecil yang strategis sebagai kekuatan dalam pembangunan perekonomian nasional.
Mereka yang potensial antara lain pedagang kaki lima, ibu rumah tangga, petani, dan mahasiswa.
Kegiatan serupa sebelumnya juga digelar di sejumlah kawasan di Jakarta, seperti di kawasan AUP, Jati Padang, Pasar Minggu. Operasi pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H, ini menjadi bagian program Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S) yang satu bulan lalu dideklarasikan
Garansi.
Gambiro melanjutkan, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan tersebut di antaranya bisa dilakukan dengan membentuk unit-unit koperasi seperti yang organisasnya lakukan sekarang.
Dia menyebut, Garansi sedang membangun unit-unit koperasi dalam program 1.000 unit koperasi Garansi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Koperasi tetap menempati posisi vital dan strategis untuk menopang eksistensi perekonomian nasional. “Koperasi mampu menyentuh, berkolaborasi, berinteraksi serta mampu menarik simpati dan memiliki daya dobrak terhadap kebuntuan pergerakan ekonomi di komunitas sosial masyarakat pada level yang paling dasar,” paparnya.
Gambiro optimis jika sinergi program GK2S dan pembagunan Induk Koperasi Garansi bisa mempercepat akselarasi pembangunan ekonomi nasional yang berbasis ekonomi kerakyatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ke depan, pengentasan kemiskinan bisa dipercepat sekaligus mengurangi angka pengangguran,” sebutnya.
Sekretaris Garansi DKI Jakarta Bayu Raditiyo menambahkan, melalui kegiatan GK2S diharapkan kelompok masyarakat yang selama ini termarjinalkan bisa terangkat martabatnya. Dia mengaku selama pihaknya intensif menggiatkan program pemerintah untuk mengangkat martabat rakyat kecil, sekaligus mengusulkan program baru kepada pemerintah.
Sebenarnya upaya membina kaum marginal menjadi pelaku UKM melalui koperasi telah dilakukan sejak 2003. Kala itu Garansi belum resmi jadi ormas, melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada pelaku UKM di desa-desa terpencil di Tanah Air.
Dia percaya, kaum marginal jika dibina akan bisa menjadi tulang punggung pelaku wirausaha. “Realisasinya melalui wadah koperasi dan usaha kecil menengah,” imbuhnya.
Menurut Ketua Umum Gerakan Adil Aman Sejahtera untuk Indonesia (Garansi), Gondo Raditiyo Gambiro disela-sela operasi pasar sembako murah di Jakarta, Senin (13/8/2012)), perlu dilakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ekonomi kecil yang strategis sebagai kekuatan dalam pembangunan perekonomian nasional.
Mereka yang potensial antara lain pedagang kaki lima, ibu rumah tangga, petani, dan mahasiswa.
Kegiatan serupa sebelumnya juga digelar di sejumlah kawasan di Jakarta, seperti di kawasan AUP, Jati Padang, Pasar Minggu. Operasi pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H, ini menjadi bagian program Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S) yang satu bulan lalu dideklarasikan
Garansi.
Gambiro melanjutkan, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan tersebut di antaranya bisa dilakukan dengan membentuk unit-unit koperasi seperti yang organisasnya lakukan sekarang.
Dia menyebut, Garansi sedang membangun unit-unit koperasi dalam program 1.000 unit koperasi Garansi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Koperasi tetap menempati posisi vital dan strategis untuk menopang eksistensi perekonomian nasional. “Koperasi mampu menyentuh, berkolaborasi, berinteraksi serta mampu menarik simpati dan memiliki daya dobrak terhadap kebuntuan pergerakan ekonomi di komunitas sosial masyarakat pada level yang paling dasar,” paparnya.
Gambiro optimis jika sinergi program GK2S dan pembagunan Induk Koperasi Garansi bisa mempercepat akselarasi pembangunan ekonomi nasional yang berbasis ekonomi kerakyatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ke depan, pengentasan kemiskinan bisa dipercepat sekaligus mengurangi angka pengangguran,” sebutnya.
Sekretaris Garansi DKI Jakarta Bayu Raditiyo menambahkan, melalui kegiatan GK2S diharapkan kelompok masyarakat yang selama ini termarjinalkan bisa terangkat martabatnya. Dia mengaku selama pihaknya intensif menggiatkan program pemerintah untuk mengangkat martabat rakyat kecil, sekaligus mengusulkan program baru kepada pemerintah.
Sebenarnya upaya membina kaum marginal menjadi pelaku UKM melalui koperasi telah dilakukan sejak 2003. Kala itu Garansi belum resmi jadi ormas, melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada pelaku UKM di desa-desa terpencil di Tanah Air.
Dia percaya, kaum marginal jika dibina akan bisa menjadi tulang punggung pelaku wirausaha. “Realisasinya melalui wadah koperasi dan usaha kecil menengah,” imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :