Kelanjutan proyek Bendungan Jatigede dibahas
Selasa, 14 Agustus 2012 - 11:23 WIB
Kelanjutan proyek Bendungan Jatigede dibahas
A
A
A
Sindonews.com - Terbengkalainya proyek pembangunan Bendungan Jatigede kembali menjadi perhatian pemerintah, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian dengan para menteri terkait serta Gubernur Jawa Barat mengadakan Rapat Koordinasi terkait kelanjutan proyek tersebut.
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengakui konflik sosial yang terjadi, merupakan permasalahan utama. Di mana sebelumnya sudah berawal dari tragedi pembebasan lahan di tahun 1980-an. "Ada hal-hal yang tersisa masalah sosial. Yaitu ada saudara-saudara kita yang masih tetap di sana," ujar Hatta di kantornya, Selasa (14/8/2012).
Maka dari itu, lanjut Hatta, pemerintah sepakat untuk membentuk tim verifikasi dalam menyelesaikan persoalan. Pasalnya proyek dengan anggaran USD400 juta tersebut, butuh diperhatikan secara komprehensif. Apalagi dengan sensivitas persoalan ini.
"Oleh karena itu diperlukan verifikasi. Kesimpulannya adalah pentingnya membetuk tim verifikasi yang nantinya dilakukan oleh BPKP. Dari verifikasi tersebut, kita akan melakukan langkah-langkah berikutnya," tegasnya.
Selain itu, menurut Hatta juga diperlukan tim supervisi pusat yang langsung dipimpin oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heriawan. Hatta menegaskan, tim ini akan bekerja hingga waktu peresmian yang ditargetkan tahun 2014. "Sampai peresmian. Namanya juga tim supervisi. Ujung tombaknya ya Pak Gubernur," pungkasnya.
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengakui konflik sosial yang terjadi, merupakan permasalahan utama. Di mana sebelumnya sudah berawal dari tragedi pembebasan lahan di tahun 1980-an. "Ada hal-hal yang tersisa masalah sosial. Yaitu ada saudara-saudara kita yang masih tetap di sana," ujar Hatta di kantornya, Selasa (14/8/2012).
Maka dari itu, lanjut Hatta, pemerintah sepakat untuk membentuk tim verifikasi dalam menyelesaikan persoalan. Pasalnya proyek dengan anggaran USD400 juta tersebut, butuh diperhatikan secara komprehensif. Apalagi dengan sensivitas persoalan ini.
"Oleh karena itu diperlukan verifikasi. Kesimpulannya adalah pentingnya membetuk tim verifikasi yang nantinya dilakukan oleh BPKP. Dari verifikasi tersebut, kita akan melakukan langkah-langkah berikutnya," tegasnya.
Selain itu, menurut Hatta juga diperlukan tim supervisi pusat yang langsung dipimpin oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heriawan. Hatta menegaskan, tim ini akan bekerja hingga waktu peresmian yang ditargetkan tahun 2014. "Sampai peresmian. Namanya juga tim supervisi. Ujung tombaknya ya Pak Gubernur," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :