BPN dukung verifikasi untuk Bendungan Jatigede
Selasa, 14 Agustus 2012 - 13:18 WIB
BPN dukung verifikasi untuk Bendungan Jatigede
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hendarman Supanji mengakui pentingnya verifikasi dalam relokasi lahan pada persoalan proyek pembangunan bendungan Jatigede, Sumedang Jawa Barat.
Pasalnya hingga saat ini belum diketahui luas lahan yang sudah ataupun belum dibebaskan. "Nanti setelah verifikasi baru ketahuan dimulainya, yang sudah ada berapa dan yang belum," kata Hendarman seusai melakasanakan Rapat Koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Pada proses verifikasi, lanjut Hendarman, akan ditargetkan selesai pada tahun ini (2012). Seiring dengan itu, menurutnya juga akan dibarengi dengan evaluasi sehingga 2013 pembangunan tersebut dapat dilanjutkan. "jadi sekarang tindak lanjut yang mesti dikejar adalah, verifikasi," tegasnya.
Bendungan ini merupakan bendungan kedua terbesar setelah bendungan Jatiluhur. Walaupun sudah digagas dari tahun 1963, namun hingga saat ini proyek itu belum kunjung selesai. Penyebab utama yang dicurigai adalah konflik sosial yang ditengarai terkait dengan persoalan lahan.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian dengan para menteri terkait serta Gubernur Jawa Barat mengadakan Rapat Koordinasi terkait kelanjutan proyek tersebut.
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengakui konflik sosial yang terjadi, merupakan permasalahan utama. Di mana sebelumnya sudah berawal dari tragedi pembebasan lahan di tahun 1980-an.
"Ada hal-hal yang tersisa masalah sosial. Yaitu ada saudara-saudara kita yang masih tetap di sana," ujar Hatta di kantornya, Selasa (14/8/2012).
Pasalnya hingga saat ini belum diketahui luas lahan yang sudah ataupun belum dibebaskan. "Nanti setelah verifikasi baru ketahuan dimulainya, yang sudah ada berapa dan yang belum," kata Hendarman seusai melakasanakan Rapat Koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Pada proses verifikasi, lanjut Hendarman, akan ditargetkan selesai pada tahun ini (2012). Seiring dengan itu, menurutnya juga akan dibarengi dengan evaluasi sehingga 2013 pembangunan tersebut dapat dilanjutkan. "jadi sekarang tindak lanjut yang mesti dikejar adalah, verifikasi," tegasnya.
Bendungan ini merupakan bendungan kedua terbesar setelah bendungan Jatiluhur. Walaupun sudah digagas dari tahun 1963, namun hingga saat ini proyek itu belum kunjung selesai. Penyebab utama yang dicurigai adalah konflik sosial yang ditengarai terkait dengan persoalan lahan.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian dengan para menteri terkait serta Gubernur Jawa Barat mengadakan Rapat Koordinasi terkait kelanjutan proyek tersebut.
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengakui konflik sosial yang terjadi, merupakan permasalahan utama. Di mana sebelumnya sudah berawal dari tragedi pembebasan lahan di tahun 1980-an.
"Ada hal-hal yang tersisa masalah sosial. Yaitu ada saudara-saudara kita yang masih tetap di sana," ujar Hatta di kantornya, Selasa (14/8/2012).
(gpr)
Lihat Juga :