Harga kedelai impor selalu lebih murah
Selasa, 14 Agustus 2012 - 18:59 WIB
Harga kedelai impor selalu lebih murah
A
A
A
Sindonews.com - Sekjen Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman mengungkapkan fakta menarik dimana persaingan harga kedelai lokal dengan kedelai impor sangatlah berat.
"Kedelai lokal selalu lebih mahal dibandingkan kedelai impor, hal ini membuat petani lebih memilih tanam padi, tebu, jagung atau ubi kayu, harganya lebih baik," ucap Ardiansyah pada acara Public Hearing tentang Permasalahan Kedelai Indonesia di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dalam paparannya, Ardiansyah berpandangan, adanya kebijakan insentif ekspor dari masing-masing negara produsen seperti Amerika Serikat membuat harga kedelai impor di Indonesia menjadi jauh lebih murah.
Hal tersebut juga diperparah dengan alihfungsi lahan yang membuat produksi kedelai Indonesia menjadi semakin terpuruk.
"Makanya harga kedelai impor bisa jauh lebih murah dibandingkan lokal. belum lagi masalah peralihan lahan dari lahan pertanian ke non pertanian yang per tahunnya bisa mencapai 100.000, sehingga mengurangi areal tanam yang berdampak pada makin merosotnya produksi," pungkasnya.
"Kedelai lokal selalu lebih mahal dibandingkan kedelai impor, hal ini membuat petani lebih memilih tanam padi, tebu, jagung atau ubi kayu, harganya lebih baik," ucap Ardiansyah pada acara Public Hearing tentang Permasalahan Kedelai Indonesia di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dalam paparannya, Ardiansyah berpandangan, adanya kebijakan insentif ekspor dari masing-masing negara produsen seperti Amerika Serikat membuat harga kedelai impor di Indonesia menjadi jauh lebih murah.
Hal tersebut juga diperparah dengan alihfungsi lahan yang membuat produksi kedelai Indonesia menjadi semakin terpuruk.
"Makanya harga kedelai impor bisa jauh lebih murah dibandingkan lokal. belum lagi masalah peralihan lahan dari lahan pertanian ke non pertanian yang per tahunnya bisa mencapai 100.000, sehingga mengurangi areal tanam yang berdampak pada makin merosotnya produksi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :