Kedelai Indonesia sedang terpuruk
Selasa, 14 Agustus 2012 - 19:26 WIB
Kedelai Indonesia sedang terpuruk
A
A
A
Sindonews.com - Kendati berjuluk negara agraris, nyatanya prestasi pertanian Indonesia saat ini berada pada posisi paling minus dibanding periode-periode sebelumnya.
Sekjen Kementerian Perdagangan, Ardiansyah Parman melihat adanya penurunan yang luar biasa dalam hal produksi kedelai. Padahal pada tahun 1992, Indonesia pernah melakukan swasembada kedelai, dengan produksi mencapai 1,8 juta ton/tahun.
"Namun saat itu jumlah penduduk kita masih 180 juta jiwa, saat ini produksi kita terus turun hanya 800.000 ton sementara jumlah penduduk kita sudah 240 juta jiwa, tentu tidak cukup hanya mengandalkan produksi lokal," terang Ardiansyah dalam acara Public Hearing tentang Permasalahan Kedelai Indonesia di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dengan kondisi dimana produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 800.000 ton/tahun, sementara kebutuhan konsumsi kedelai mencapai 2,4 juta ton/tahun, itu membuat Indonesia semakin terpuruk. Sulit agaknya bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada produsen kedelai dari negara lain. Sehingga wajar adanya bila harga kedelai Indonesia mudah terombang-ambing.
"Ya karena produksi kita tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, produksi kita 800.000 ton/tahun, sementara kebutuhannya 2,4 juta lebih, ya mau tidak mau 2 juta ton kedelai/tahun diimpor, dari angkanya ini impor kita 3 kali lipat dari produksi nasional kita, ya wajar saja harga kedelai impor naik, kedelai dalam negeri ikut naik," simpulnya.
Sekjen Kementerian Perdagangan, Ardiansyah Parman melihat adanya penurunan yang luar biasa dalam hal produksi kedelai. Padahal pada tahun 1992, Indonesia pernah melakukan swasembada kedelai, dengan produksi mencapai 1,8 juta ton/tahun.
"Namun saat itu jumlah penduduk kita masih 180 juta jiwa, saat ini produksi kita terus turun hanya 800.000 ton sementara jumlah penduduk kita sudah 240 juta jiwa, tentu tidak cukup hanya mengandalkan produksi lokal," terang Ardiansyah dalam acara Public Hearing tentang Permasalahan Kedelai Indonesia di Kantor KPPU, Selasa (14/8/2012).
Dengan kondisi dimana produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 800.000 ton/tahun, sementara kebutuhan konsumsi kedelai mencapai 2,4 juta ton/tahun, itu membuat Indonesia semakin terpuruk. Sulit agaknya bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada produsen kedelai dari negara lain. Sehingga wajar adanya bila harga kedelai Indonesia mudah terombang-ambing.
"Ya karena produksi kita tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, produksi kita 800.000 ton/tahun, sementara kebutuhannya 2,4 juta lebih, ya mau tidak mau 2 juta ton kedelai/tahun diimpor, dari angkanya ini impor kita 3 kali lipat dari produksi nasional kita, ya wajar saja harga kedelai impor naik, kedelai dalam negeri ikut naik," simpulnya.
(gpr)
Lihat Juga :