Aneh, raskin dari petani untuk petani
Rabu, 15 Agustus 2012 - 18:26 WIB
Aneh, raskin dari petani untuk petani
A
A
A
Sindonews.com - Berjuluk negara agraris yang sedianya merupakan negara yang mapan di sektor pertanian, Indonesia justru memiliki kultur yang unik, bahkan terkesan aneh. Pasalnya, lebih dari separuh program raskin (beras miskin) justru ditujukan bagi petani. Padahal, petanilah yang memproduksi beras-beras tersebut.
Setidaknya pandangan itu lah yang coba disampaikan Menteri Pertanian, Suswono, kala menghadiri sebuah acara pemberian penghargaan tingkat nasional kepada petani teladan, penyuluh pertanian swadaya dan penyuluhan kecamatan berprestasi yang digelar di Hotel Park, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2012).
Setidaknya, kata Suswono, sebanyak 60 persen penerima raskin adalah petani. "Petani yang menanam dan memanen, petani juga yang menerima setelah diolah menjadi beras," ungkapnya.
Untuk itu, Suswono meminta kepada petani dan penyuluh pertanian agar tetap konsiten menjaga kualitas pertanian serta terus meningkatkan kinerjanya.
Dirinya berpendapat, sulit berkembangnya pertanian Indonesia dikarenakan berbagai kegiatan pertanian masih dikonsentrasikan di pulau Jawa. Terlebih keterbatasan lahan yang turut membuat pertanian Indonesia semakin sulit berkembang.
"Selama ini 60 persen produk dan hasil pertanian ada di pulau Jawa. Lahan menjadi suatu masalah yang menjadi penyebab pertanian sulit berkembang bahkan terus mundur di tahun 2012 ini," tutupnya.
Setidaknya pandangan itu lah yang coba disampaikan Menteri Pertanian, Suswono, kala menghadiri sebuah acara pemberian penghargaan tingkat nasional kepada petani teladan, penyuluh pertanian swadaya dan penyuluhan kecamatan berprestasi yang digelar di Hotel Park, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2012).
Setidaknya, kata Suswono, sebanyak 60 persen penerima raskin adalah petani. "Petani yang menanam dan memanen, petani juga yang menerima setelah diolah menjadi beras," ungkapnya.
Untuk itu, Suswono meminta kepada petani dan penyuluh pertanian agar tetap konsiten menjaga kualitas pertanian serta terus meningkatkan kinerjanya.
Dirinya berpendapat, sulit berkembangnya pertanian Indonesia dikarenakan berbagai kegiatan pertanian masih dikonsentrasikan di pulau Jawa. Terlebih keterbatasan lahan yang turut membuat pertanian Indonesia semakin sulit berkembang.
"Selama ini 60 persen produk dan hasil pertanian ada di pulau Jawa. Lahan menjadi suatu masalah yang menjadi penyebab pertanian sulit berkembang bahkan terus mundur di tahun 2012 ini," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :