Asumsi makro RAPBN 2013
Kamis, 16 Agustus 2012 - 21:04 WIB
Asumsi makro RAPBN 2013
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan asumsi ekonomi makro yang merupakan dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013, dan basis perhitungan berbagai besaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013.
"Pertumbuhan ekonomi 6,8 persen; laju inflasi 4,9 persen; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5 persen; nilai tukar rupiah Rp9.300 per USD; harga minyak USD100 per barel; dan lifting minyak 900 ribu barel per hari," ujar SBY dalam pidato pengantar Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Menurutnya, RAPBN Tahun 2013 merupakan instrumen kebijakan fiskal yang harus diarahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan dihadapi ke depan. Hal utama, SBY menegaskan dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014.
"Dengan situasi perekonomian dunia yang melambat dan penuh ketidakpastian, RAPBN 2013 harus pula menampung langkah-langkah antisipatif untuk mengatasinya," jelasnya.
Berbagai target yang sudah ditetapkan pemerintah serta sasaran-sasaran utama dan prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013, menurutnya akan tertuju untuk mewujudkan “Indonesia yang makin sejahtera, demokratis, dan berkeadilan" sesuai visi RPJMN 2010-2014.
"Pertumbuhan ekonomi 6,8 persen; laju inflasi 4,9 persen; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5 persen; nilai tukar rupiah Rp9.300 per USD; harga minyak USD100 per barel; dan lifting minyak 900 ribu barel per hari," ujar SBY dalam pidato pengantar Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Menurutnya, RAPBN Tahun 2013 merupakan instrumen kebijakan fiskal yang harus diarahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan dihadapi ke depan. Hal utama, SBY menegaskan dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014.
"Dengan situasi perekonomian dunia yang melambat dan penuh ketidakpastian, RAPBN 2013 harus pula menampung langkah-langkah antisipatif untuk mengatasinya," jelasnya.
Berbagai target yang sudah ditetapkan pemerintah serta sasaran-sasaran utama dan prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013, menurutnya akan tertuju untuk mewujudkan “Indonesia yang makin sejahtera, demokratis, dan berkeadilan" sesuai visi RPJMN 2010-2014.
(gpr)
Lihat Juga :