Inilah 7 K/L penerima anggaran terbesar di 2013

Kamis, 16 Agustus 2012 - 22:00 WIB
Inilah 7 K/L penerima...
Inilah 7 K/L penerima anggaran terbesar di 2013
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mengganggarkan alokasi belanja bagi Kementerian dan Lembaga (K/L) dalam RAPBN 2013 mendatang sebesar Rp547,4 triliun, dari anggaran belanja RAPBN yang sebesar Rp1.657,9 triliun.

Dari dana yang hampir satu pertiga belanja APBN tersebut, sebagian besar akan dialokasikan ke tujuh K/L yang mendapat porsi terbesar atau di atas Rp20 triliun. Ketujuh K/L tersebut adalah:

1. Kementerian Pertahanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp77,7 triliun.
2. Kementerian Pekerjaan Umum Rp69,1 triliun.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp66 triliun.
4. Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp43,4 triliun.
5. Kementerian Agama Rp41,7 triliun.
6. Kementerian Perhubungan Rp31,4 triliun.
7. Kementerian Kesehatan sebesar Rp31,2 triliun.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Selain belanja K/L, alokasi RAPBN 2013 juga dilakukan untuk belanja Non-Kementerian Negara/Lembaga Rp591,6 triliun, dan Transfer ke Daerah Rp518,9 triliun.

Presiden SBY mengklaim alokasi anggaran belanja kementerian dan lembaga serta belanja non-kementerian dan lembaga akan difokuskan pada sasaran-sasaran strategis sebagai berikut:

Pertama, meningkatkan anggaran belanja modal untuk infrastruktur dalam rangka mendukung keterhubungan domestik (domestic connectivity), ketahanan energi dan ketahanan pangan, serta destinasi pariwisata.

"Kedua, menuntaskan pelaksanaan program reformasi birokrasi dan tata kelola serta mempertahankan tingkat kesejahteraan aparatur pemerintah," jelasnya.

Ketiga, memperkuat pelaksanaan program-program perlindungan sosial dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan, termasuk penguatan program pro rakyat dan sinergi antarklaster pengentasan kemiskinan dalam rangka mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI).

Keempat, meningkatkan efisiensi belanja subsidi melalui penyesuaian tarif dan pengendalian konsumsi energi. Kelima, mengantisipasi persiapan tahapan pelaksanaan Pemilu 2014.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
9 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
22 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
28 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
40 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
46 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved