Industri mesin tekstil diusahakan dapat tax holiday
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 16:48 WIB
Industri mesin tekstil diusahakan dapat tax holiday
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengupayakan pemberlakuan tax holiday untuk beberapa investor utama. Salah satunya adalah untuk investor di kebutuhan utama yaitu besi dan baja. Dengan itu, nantinya dirinya berencana akan mengembangkan industri mesin pembuat mesin tekstil.
"Karena saya membutuhkan industri mesin pembuat mesin tekstil Saya mau restrukturisasi 500 pabrik mesin tersebut," kata Hidayat seusai konferensi pers nota keuangan 2013 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/8/2012)
Pada investasi itu, dia mengatakan sudah siap dengan empat investor yang sedang melakukan perundingan. Nilai investasi diperkirakan mencapai USD1 miliar. Walaupun tidak disebutkan nama perusahaannya, namun investir terdiri dari negara Jepang dan China.
Maka dari itu, menurut Hidayat dalam waktu dekat dibutuhkan ketentuan tax holiday bagi mereka. "Kalau enggak bisa terpaksa impor dua tahun lagi, itu makanya kita kasih tax holiday selama 5 sampai 10 tahun enggak usah bayar PPH," jelasnya.
Hidayat mengatakan, langkah ini juga sekaligus mengurangi impor besi dan baja kedepannya. Jika berhasil maka, akhir tahun 2013 dipastikan importasi tersebut berkurang hingga 50 persen.
"Karena saya membutuhkan industri mesin pembuat mesin tekstil Saya mau restrukturisasi 500 pabrik mesin tersebut," kata Hidayat seusai konferensi pers nota keuangan 2013 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/8/2012)
Pada investasi itu, dia mengatakan sudah siap dengan empat investor yang sedang melakukan perundingan. Nilai investasi diperkirakan mencapai USD1 miliar. Walaupun tidak disebutkan nama perusahaannya, namun investir terdiri dari negara Jepang dan China.
Maka dari itu, menurut Hidayat dalam waktu dekat dibutuhkan ketentuan tax holiday bagi mereka. "Kalau enggak bisa terpaksa impor dua tahun lagi, itu makanya kita kasih tax holiday selama 5 sampai 10 tahun enggak usah bayar PPH," jelasnya.
Hidayat mengatakan, langkah ini juga sekaligus mengurangi impor besi dan baja kedepannya. Jika berhasil maka, akhir tahun 2013 dipastikan importasi tersebut berkurang hingga 50 persen.
(and)
Lihat Juga :