Pindah markas, Sony akan PHK 1.000 karyawan
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 10:56 WIB
Pindah markas, Sony akan PHK 1.000 karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah memindahkan kantor pusatnya dari London ke Lund, Swedia ke Tokyo, Raksasa elektronik Jepang, Sony Corp berencana melakukan pemangkasan jumlah karyawannya hingga sekitar 1.000 orang di unit pembuatan telepon seluler yang sebelumnya merupakan perusahaan patungan Sony Ericsson.
Boyongan kantor pusat ke Tokyo direncanakan pada Oktober mendatang. Sony Mobile, tampaknya, akan melakukan pengurangan karyawan secara gradual hingga 2014. Dalam proses ini Sony Mobile berencana mengurangi setengah karyawannya.
Menurut laporan Nikkei, Jumat (24/8), program PHK ini merupakan upaya Sony untuk menurunkan biaya di unit tersebut di tengah kian ketatnya persaingan di bisnis smartphone, terutama dengan Samsung dan Apple.
Pengurangan karyawan ini mencapai sekitar 15 persen dari keseluruhan jumlah karyawan Sony Ericsson. Dari seribu orang karyawan yang akan dipecat, mayoritas yang saat ini bekerja di Swedia. Sekitar 650 staf dan 300 konsultan akan dilepas dalam waktu 18 bulan ke depan.
Area yang ditinggalkan ini rencananya akan difokuskan untuk pengembangan software dan aplikasi Sony Mobile.
President dan CEO of Sony Mobile, Kunimasa Suzuki tengah melakukan akselerasi guna integrasi dan konvergensi dengan grup Sony. "Sony Mobile fokus pada upaya menjaga pertumbuhan sekaligus melakukan efisiensi secara operasional dengan menekan biaya operasi," ujarnya seperti dilansir dari TGDaily, Kamis (23/8/2012).
Pangsa pasar smartphone Sony saat ini mencapai sekitar 4 persen pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan Samsung Electronics Co. yang menguasai 31 persen pasar dan Apple Inc. dengan penguasaan pasar 24 persen.
Menurut lembaga riset Gartner, pangsa pasar smartphone Sony Mobile saat ini hanya tersisa 4,2 persen. Jauh tertinggal di bawah Apple dan Samsung. Itu sebabnya, Sony mau tak mau harus berjuang keras dan melakukan perubahan besar agar bisa bersaing di pasar smartphone.
"Sony telah mengidentifikasi bisnis mobile sebagai salah satu bisnis inti dan portofolio dari smartphone Xperia untuk terus mempertahankan momentum dengan pelanggan dan konsumen di seluruh dunia," ucap Kunimasa Suzuki.
Boyongan kantor pusat ke Tokyo direncanakan pada Oktober mendatang. Sony Mobile, tampaknya, akan melakukan pengurangan karyawan secara gradual hingga 2014. Dalam proses ini Sony Mobile berencana mengurangi setengah karyawannya.
Menurut laporan Nikkei, Jumat (24/8), program PHK ini merupakan upaya Sony untuk menurunkan biaya di unit tersebut di tengah kian ketatnya persaingan di bisnis smartphone, terutama dengan Samsung dan Apple.
Pengurangan karyawan ini mencapai sekitar 15 persen dari keseluruhan jumlah karyawan Sony Ericsson. Dari seribu orang karyawan yang akan dipecat, mayoritas yang saat ini bekerja di Swedia. Sekitar 650 staf dan 300 konsultan akan dilepas dalam waktu 18 bulan ke depan.
Area yang ditinggalkan ini rencananya akan difokuskan untuk pengembangan software dan aplikasi Sony Mobile.
President dan CEO of Sony Mobile, Kunimasa Suzuki tengah melakukan akselerasi guna integrasi dan konvergensi dengan grup Sony. "Sony Mobile fokus pada upaya menjaga pertumbuhan sekaligus melakukan efisiensi secara operasional dengan menekan biaya operasi," ujarnya seperti dilansir dari TGDaily, Kamis (23/8/2012).
Pangsa pasar smartphone Sony saat ini mencapai sekitar 4 persen pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan Samsung Electronics Co. yang menguasai 31 persen pasar dan Apple Inc. dengan penguasaan pasar 24 persen.
Menurut lembaga riset Gartner, pangsa pasar smartphone Sony Mobile saat ini hanya tersisa 4,2 persen. Jauh tertinggal di bawah Apple dan Samsung. Itu sebabnya, Sony mau tak mau harus berjuang keras dan melakukan perubahan besar agar bisa bersaing di pasar smartphone.
"Sony telah mengidentifikasi bisnis mobile sebagai salah satu bisnis inti dan portofolio dari smartphone Xperia untuk terus mempertahankan momentum dengan pelanggan dan konsumen di seluruh dunia," ucap Kunimasa Suzuki.
(gpr)
Lihat Juga :