Pasar Indonesia dibanjiri pakaian impor ilegal

Sabtu, 25 Agustus 2012 - 14:42 WIB
Pasar Indonesia dibanjiri...
Pasar Indonesia dibanjiri pakaian impor ilegal
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (Apsyfi) mencatat nilai impor pakaian jadi (garmen) ilegal pada tahun ini diperkirakan mencapai USD 2,88 miliar.

Dari total konsumsi nasional, industri lokal memenuhi hingga 60 persen kebutuhan garmen di dalam negeri. Kemudian, sebesar 15 persen dari impor dan 25 persen lainnya adalah produk ilegal. ”Berdasarkan perhitungan pembanding kami dengan alokasi konsumsi PDB di data BI, jumlah yang dibeli selalu lebih besar dibandingkan yang dijual. Kalau konsumsi lokal itu sekitar 1,4 juta ton, yang dijual lebih kecil. Artinya, ada yang dibeli tapi tidak legal,” ujar Sekretaris Jenderal Apsyfi Redma G Wirawasta di Jakarta kemarin.

Dia memperkirakan, dengan perhitungan populasi mencapai 240 juta orang, konsumsi garmen nasional bisa mencapai 1,53 juta ton. Dengan perhitungan harga sekitar USD7,5 per kg, maka angka itu setara dengan USD11,52 miliar.

Sementara, lanjut Redma, hingga semester I tahun 2012, nilai surplus perdagangan tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional turun dari biasanya USD5–6 miliar menjadi USD 2 miliar. ”Karena, Indonesia masih mengimpor banyak kain meski kain impor digunakan sebagai bahan baku produksi untuk tujuan ekspor,” ucapnya.

Sebelumnya, penjualan garmen menjelang Lebaran diperkirakan mengalami kenaikansekitar 20–30% dibandingkan momen yang sama pada tahun lalu. Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita memaparkan, tingkat kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan. Perbedaannya, pada tahun lalu konsumen mulai ramai berbelanja garmen pada awal bulan Puasa.

”Secara nasional, penjualan garmen itu naik. Tapi, setiap perusahaan berbeda naiknya, ada yang sedikit dan juga banyak. Belum lagi karena ada pengaruh pakaian jadi selundupan yang banyak beredar di pasar-pasar,” katanya.(dna)
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
45 menit yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
1 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
2 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved