Tarif naik, penumpang Cipaganti menurun
Minggu, 26 Agustus 2012 - 13:18 WIB
Tarif naik, penumpang Cipaganti menurun
A
A
A
Sindonews.com - Rute Jakarta-Bandung selama musim lebaran Idul Fitri dapat dikatakan sebagai rute yang cukup padat, begitu pun dengan rute sebaliknya. Dengan itu, dapat dimungkinkan usaha jasa transportasi dengan jenis travel mendulang untung yang signifikan.
Cipaganti Travel mencatat kenaikan pengguna jasa transportasi tersebut sebesar 75-80 persen untuk arus mudik (Jakarta-Bandung) dibandingkan hari normal. Kemudian untuk arus balik (Bandung-Jakarta) sudah tercatat naik 80 persen.
"Jadi itu sudah hitungan dari H-7 sampai H+7 dari Lebaran," kata Manager Humas Cipaganti Astri Prikasih Aditya dalam sambungan teleponnya kepada Sindonews, Minggu (26/8/2012).
Namun, dia menambahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, terdapat penurunan 10 hingga 15 persen. "Tapi itu tetap dalam jangkauan pendapatan kita, jadi tidak ada pengaruh yang terlalu sigifikan terhadap omzet perusahaan,"jelasnya.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh harga tiket yang sekarang sudah mengalami kenaikan. Kalau tahun lalu, Cipaganti memberikan tarif Rp70 ribu untuk satu kali perjalanan normal, dan Rp80 ribu untuk Lebaran. Saat ini ketika Lebaran mencapai Rp90 ribu. "jadi customer memang banyak yang terkendala disana,"ucap Astri.
Padahal, lanjutnya, kenaikan tarif itu juga seiring dengan peningkatan kualitas unit. Seperti misalnya jenis mobil yang ditukar kemudian selain itu juga pelayanan yang semakin ditingkatkan.
Selama lebaran, menurut Astri pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya dari H-14. Termasuk salah satunya adalah waspada akan kemacetan yang terajadi. "Kalau biasa kan normal 2 jam, jadi kalau arus mudik dan balik ini kita kasih estimasi 3 jam," tandasnya.
Cipaganti Travel mencatat kenaikan pengguna jasa transportasi tersebut sebesar 75-80 persen untuk arus mudik (Jakarta-Bandung) dibandingkan hari normal. Kemudian untuk arus balik (Bandung-Jakarta) sudah tercatat naik 80 persen.
"Jadi itu sudah hitungan dari H-7 sampai H+7 dari Lebaran," kata Manager Humas Cipaganti Astri Prikasih Aditya dalam sambungan teleponnya kepada Sindonews, Minggu (26/8/2012).
Namun, dia menambahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, terdapat penurunan 10 hingga 15 persen. "Tapi itu tetap dalam jangkauan pendapatan kita, jadi tidak ada pengaruh yang terlalu sigifikan terhadap omzet perusahaan,"jelasnya.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh harga tiket yang sekarang sudah mengalami kenaikan. Kalau tahun lalu, Cipaganti memberikan tarif Rp70 ribu untuk satu kali perjalanan normal, dan Rp80 ribu untuk Lebaran. Saat ini ketika Lebaran mencapai Rp90 ribu. "jadi customer memang banyak yang terkendala disana,"ucap Astri.
Padahal, lanjutnya, kenaikan tarif itu juga seiring dengan peningkatan kualitas unit. Seperti misalnya jenis mobil yang ditukar kemudian selain itu juga pelayanan yang semakin ditingkatkan.
Selama lebaran, menurut Astri pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya dari H-14. Termasuk salah satunya adalah waspada akan kemacetan yang terajadi. "Kalau biasa kan normal 2 jam, jadi kalau arus mudik dan balik ini kita kasih estimasi 3 jam," tandasnya.
(and)
Lihat Juga :