Dahlan: BUMN jangan dapat jatah PMN lagi
Senin, 27 Agustus 2012 - 11:44 WIB
Dahlan: BUMN jangan dapat jatah PMN lagi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sama sekali tidak menginginkan perusahaan-perusahaan BUMN kembali memperoleh jatah Pemberian Modal Negara (PMN). Apalagi, dana segar itu diberikan dengan alasan penyelamatan.
PT Merpati Nusantara Airlines merupakaan salah satu perusahaan pelat merah yang sering mendapatkan dana tersebut. Untuk itu, Dahlan kembali menegaskan, 2012 merupakan tahun terakhir Merpati menerima PMN.
"Saya tidak pengen Merpati dapat PMN lagi, 2012 itu terakhir. Begitu juga yang lain, saya tidak ingin BUMN mendapatkan PMN yang sifatnya untuk penyelamatan," ungkap Dahlan di kantornya, Senin (27/8/2012).
Akan tetapi, Dahlan menambahkan PMN dapat saja diberikan asal untuk rencana strategis. Karena, kalau yang sifatnya penyelamatan, menurut Dahlan, harus dipikirkan oleh manajemen perusahaan tersebut. Tidak bisa terus uang negara digelontorkan hanya untuk membiayai BUMN yang mau mati.
"Kalau Merpati misal mati, kan rakyat tidak kehilangan.sehingga tidak pantas kalau terus menerus menggeronjokan uang negara untuk Merpati, Pelni. Manajemennya yang harus mencari jalan keluar sendiri, tidak harus negara terus," jelasnya.
PT Merpati Nusantara Airlines merupakaan salah satu perusahaan pelat merah yang sering mendapatkan dana tersebut. Untuk itu, Dahlan kembali menegaskan, 2012 merupakan tahun terakhir Merpati menerima PMN.
"Saya tidak pengen Merpati dapat PMN lagi, 2012 itu terakhir. Begitu juga yang lain, saya tidak ingin BUMN mendapatkan PMN yang sifatnya untuk penyelamatan," ungkap Dahlan di kantornya, Senin (27/8/2012).
Akan tetapi, Dahlan menambahkan PMN dapat saja diberikan asal untuk rencana strategis. Karena, kalau yang sifatnya penyelamatan, menurut Dahlan, harus dipikirkan oleh manajemen perusahaan tersebut. Tidak bisa terus uang negara digelontorkan hanya untuk membiayai BUMN yang mau mati.
"Kalau Merpati misal mati, kan rakyat tidak kehilangan.sehingga tidak pantas kalau terus menerus menggeronjokan uang negara untuk Merpati, Pelni. Manajemennya yang harus mencari jalan keluar sendiri, tidak harus negara terus," jelasnya.
(and)
Lihat Juga :