Proyek FSRU Jateng dilanjutkan
Selasa, 28 Agustus 2012 - 14:10 WIB
Proyek FSRU Jateng dilanjutkan
A
A
A
Sindonews.com - Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Legowo menyatakan proyek unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage and regassification unit/FSRU) Jawa Tengah tidak akan ditunda.
Sebelumnya, penundaan sempat dimungkinkan dikarenakan menunggu adanya kebutuhan gas yang cukup banyak di Jawa Tengah. “Kita putuskan untuk jadi melanjutkan pembangunan FSRU Jawa Tengah,” ujar Evita di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Evita menyatakan targetnya FSRU tersebut dapat beroperasi maksimal pada tahun 2015. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menghitung alokasi pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang bisa dikirim ke FSRU Jawa Tengah. Salah satu opsi pasokan gas akan berasal dari Kilang LNG Tangguh. “Kemungkinan dari Tangguh, Sempra Diversion,” jelasnya.
Sebelumnya, Pertamina, selaku pelaksana proyek FSRU Jateng, memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pembangunan FSRU senilai USD400 juta tersebut. Alasannya, rencana pemerintah merelokasi FSRU Belawan ke Lampung membuat FSRU Jateng sudah tidak layak lagi. FSRU Lampung diperkirakan akan cukup memenuhi kebutuhan Jawa Barat yang terus meningkat.
Di sisi lain, pasokan gas dari Lapangan Kepodang yang dioperasikan Petronas Carigali dan Jambaran oleh Mobil Cepu Limited juga bisa memenuhi kebutuhan Jateng dan Jatim. Pertamina sudah melaksanakan tender rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) FSRU Jateng sejak Januari 2012.
Sebelumnya, penundaan sempat dimungkinkan dikarenakan menunggu adanya kebutuhan gas yang cukup banyak di Jawa Tengah. “Kita putuskan untuk jadi melanjutkan pembangunan FSRU Jawa Tengah,” ujar Evita di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Evita menyatakan targetnya FSRU tersebut dapat beroperasi maksimal pada tahun 2015. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menghitung alokasi pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang bisa dikirim ke FSRU Jawa Tengah. Salah satu opsi pasokan gas akan berasal dari Kilang LNG Tangguh. “Kemungkinan dari Tangguh, Sempra Diversion,” jelasnya.
Sebelumnya, Pertamina, selaku pelaksana proyek FSRU Jateng, memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pembangunan FSRU senilai USD400 juta tersebut. Alasannya, rencana pemerintah merelokasi FSRU Belawan ke Lampung membuat FSRU Jateng sudah tidak layak lagi. FSRU Lampung diperkirakan akan cukup memenuhi kebutuhan Jawa Barat yang terus meningkat.
Di sisi lain, pasokan gas dari Lapangan Kepodang yang dioperasikan Petronas Carigali dan Jambaran oleh Mobil Cepu Limited juga bisa memenuhi kebutuhan Jateng dan Jatim. Pertamina sudah melaksanakan tender rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) FSRU Jateng sejak Januari 2012.
(gpr)
Lihat Juga :