BNI target salurkan kredit korporasi Rp65 T
Selasa, 28 Agustus 2012 - 15:38 WIB
BNI target salurkan kredit korporasi Rp65 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengaku tengah menargetkan menyalurkan kredit korporasi perseroan mencapai Rp65 triliun hingga akhir tahun 2012. Pada semester pertama, BNI mengklaim telah mendistribusikan sekira Rp40 triliun.
"Sampai akhir tahun Rp65 triliun, semseter satu Rp40 triliun. Masih banyak itu," ungkap Direktur Bisnis Banking BNI, Krishna Suparto di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibision 2012 (IIICE'12 ) di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Krishna mengungkapkan, ada beberapa sektor yang menjadi konsen pihaknya, meliputi agribsinis, industri pengolahan dan konstruksi. Khusus untuk sektor agribisnis, yaitu kelapa sawit, BNI telah menyepakati pemberian kredit sebesar Rp200 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan lahan kelapa sawit.
"Agribisnisnya perusahaan kelapa sawit, nilainya Rp200 miliar. Ada beberapa nilainya Rp1,5 triliun untuk infrastruktur. Sudah selesai MoU, tinggal tandatangan perjanjian kerja sama dan bisa ditarik, ya awal September lah," terangnya.
Menurut Khrisna, dalam menyalurkan kredit korporasi, BNI lebih banyak memberikan kredit dalam bentuk rupiah. "BNI coba menghindari kredit valas apalagi kalau proyek nya itu pendapatannya Rupiah. Kecuali perusahaan oil dan gas," ujarnya.
"Sampai akhir tahun Rp65 triliun, semseter satu Rp40 triliun. Masih banyak itu," ungkap Direktur Bisnis Banking BNI, Krishna Suparto di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibision 2012 (IIICE'12 ) di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Krishna mengungkapkan, ada beberapa sektor yang menjadi konsen pihaknya, meliputi agribsinis, industri pengolahan dan konstruksi. Khusus untuk sektor agribisnis, yaitu kelapa sawit, BNI telah menyepakati pemberian kredit sebesar Rp200 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan lahan kelapa sawit.
"Agribisnisnya perusahaan kelapa sawit, nilainya Rp200 miliar. Ada beberapa nilainya Rp1,5 triliun untuk infrastruktur. Sudah selesai MoU, tinggal tandatangan perjanjian kerja sama dan bisa ditarik, ya awal September lah," terangnya.
Menurut Khrisna, dalam menyalurkan kredit korporasi, BNI lebih banyak memberikan kredit dalam bentuk rupiah. "BNI coba menghindari kredit valas apalagi kalau proyek nya itu pendapatannya Rupiah. Kecuali perusahaan oil dan gas," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :