Pemerintah Aceh tunggak listrik Rp119 M
Rabu, 29 Agustus 2012 - 06:00 WIB
Pemerintah Aceh tunggak listrik Rp119 M
A
A
A
Sindonews.com - Tunggakan rekening listrik di Aceh mencapai Rp119,2 miliar, dari 23 kabupaten/kota di provinsi paling barat ini. Bahkan, tunggakan rekening listrik instansi pemerintah kabupaten/kota mencapai Rp34,8 miliar.
General Manager PLN Wilayah Aceh Sulaiman Daud mengatakan, tingginya tunggakan menempatkan PLN Wilayah Aceh berada diurutan kinerja terburuk di PLN Indonesia Barat. Pihaknya mengultimatum bila tak segera dilunasi akan segera diputuskan jaringan listriknya.
"Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami melaksanakan pemutusan jika tidak melunasi rekening listrik sesuai jadwal," tegas Sulaiman Daud, Selasa 28 Agustus 2012.
Pihak PLN Wilayah Aceh meminta Gubernur Aceh memfasilitasi pelunasan tunggakan listrik. Laporan tunggakan listrik instansi-instansi pemerintah sudah dilaporkan ke Gubernur Aceh.
Dalam laporan PLN Wilayah Aceh, instansi pemerintah yang menunggak tercatat di PLN Cabang Kota Lhokseumawe tertinggi tunggakan mencapai Rp18,8 Miliar. Diikuti Cabang Kota Langsa mencapai Rp3,2 Miliar. Dan peringat ketiga penunggak di Kabupaten Subulussalam mencapai Rp1,4 Milyar.
"Besarnya tunggakan Pemda telah menjadi perhatian masyarakat sehingga mempengaruhi kelancaran pembayaran rekening listrik oleh masyarakat," kata Sulaiman.
PLN Wilayah Aceh mencatat hingga Senin 27 Agustus 2012 di Cabang Banda Aceh, instansi vertikal yang menunggak listrik terbesar TNI/Polri mencapai Rp4 Miliar, sementara instansi vertikal lainnya mencapai Rp348 juta. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunggak sebesar Rp123,8 juta.
General Manager PLN Wilayah Aceh Sulaiman Daud mengatakan, tingginya tunggakan menempatkan PLN Wilayah Aceh berada diurutan kinerja terburuk di PLN Indonesia Barat. Pihaknya mengultimatum bila tak segera dilunasi akan segera diputuskan jaringan listriknya.
"Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami melaksanakan pemutusan jika tidak melunasi rekening listrik sesuai jadwal," tegas Sulaiman Daud, Selasa 28 Agustus 2012.
Pihak PLN Wilayah Aceh meminta Gubernur Aceh memfasilitasi pelunasan tunggakan listrik. Laporan tunggakan listrik instansi-instansi pemerintah sudah dilaporkan ke Gubernur Aceh.
Dalam laporan PLN Wilayah Aceh, instansi pemerintah yang menunggak tercatat di PLN Cabang Kota Lhokseumawe tertinggi tunggakan mencapai Rp18,8 Miliar. Diikuti Cabang Kota Langsa mencapai Rp3,2 Miliar. Dan peringat ketiga penunggak di Kabupaten Subulussalam mencapai Rp1,4 Milyar.
"Besarnya tunggakan Pemda telah menjadi perhatian masyarakat sehingga mempengaruhi kelancaran pembayaran rekening listrik oleh masyarakat," kata Sulaiman.
PLN Wilayah Aceh mencatat hingga Senin 27 Agustus 2012 di Cabang Banda Aceh, instansi vertikal yang menunggak listrik terbesar TNI/Polri mencapai Rp4 Miliar, sementara instansi vertikal lainnya mencapai Rp348 juta. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunggak sebesar Rp123,8 juta.
(gpr)
Lihat Juga :