Kenaikan TDL harusnya untuk semua golongan
Rabu, 29 Agustus 2012 - 12:41 WIB
Kenaikan TDL harusnya untuk semua golongan
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) memang masih dalam tahap pembahasan antara Pemerintah dan Legislatif. Meski demikian, kenaikan yang dirancang sebesar 16 persen tersebut cukup menarik perhatian banyak kalangan. Apalagi, pihak yang akan masuk ke dalam aturan yang rencanannya dimulai tahun 2013.
Pengamat ekonomi, Aviliani menilai kenaikan TDL sebaiknya dikenakan kepada semua pengguna. Tidak hanya industri dan rumah tangga menengah ke atas, namun juga untuk kelas bawah.
"TDL jangan hanya mengenakan kepada industri dan rumah tangga atas saja, kalau bisa diratakan termasuk juga untuk rumah tangga di bawah," ujarnya kepada Sindonews kala ditemui di acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia menjelaskan, pengenaan kenaikan ke semua golongan nantinya bisa beragam. Jadi jika pemerintah memberikan kenaikan 10 persen untuk pengguna kelas atas, maka pengguna kelas bawah cukup dikenakan 5 persen. "Naiknya semua golongan tapi tidak disamaratakan," ucapnya.
Alasannya, menurut Aviliani akan berpengaruh pada tingkat inflasi yang tinggi. Industri, khususnya akan mematok harga jual barang yang juga tinggi. Sehingga, masyarakat kelas bawah pun akan terganggu daya belinya.
"Karena akan dibebankan lagi sama orang kecil, industri, dia naikin doang barang, kadang-kadang kenaikan barang itu jadi sangat tinggi yang sebenarnya, kalau dibebankan pada TDL orang bawah tadi tidak akan menaikan sebesar itu," lanjutnya.
Sejauh ini, dia mengaku belum menghitung secara pasti akan dampak inflasinya. Walaupun diprediksi cukup besar, namun tidak akan sebesar jika menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Naik TDL telatif lebih rendah, dibandingkan BBM, karena transportasi itu lebih terkena cukup besar. Tapi listrik diproduksi makin besar, makin kecil biaya rata-rata," pungkasnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Pengamat ekonomi, Aviliani menilai kenaikan TDL sebaiknya dikenakan kepada semua pengguna. Tidak hanya industri dan rumah tangga menengah ke atas, namun juga untuk kelas bawah.
"TDL jangan hanya mengenakan kepada industri dan rumah tangga atas saja, kalau bisa diratakan termasuk juga untuk rumah tangga di bawah," ujarnya kepada Sindonews kala ditemui di acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia menjelaskan, pengenaan kenaikan ke semua golongan nantinya bisa beragam. Jadi jika pemerintah memberikan kenaikan 10 persen untuk pengguna kelas atas, maka pengguna kelas bawah cukup dikenakan 5 persen. "Naiknya semua golongan tapi tidak disamaratakan," ucapnya.
Alasannya, menurut Aviliani akan berpengaruh pada tingkat inflasi yang tinggi. Industri, khususnya akan mematok harga jual barang yang juga tinggi. Sehingga, masyarakat kelas bawah pun akan terganggu daya belinya.
"Karena akan dibebankan lagi sama orang kecil, industri, dia naikin doang barang, kadang-kadang kenaikan barang itu jadi sangat tinggi yang sebenarnya, kalau dibebankan pada TDL orang bawah tadi tidak akan menaikan sebesar itu," lanjutnya.
Sejauh ini, dia mengaku belum menghitung secara pasti akan dampak inflasinya. Walaupun diprediksi cukup besar, namun tidak akan sebesar jika menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Naik TDL telatif lebih rendah, dibandingkan BBM, karena transportasi itu lebih terkena cukup besar. Tapi listrik diproduksi makin besar, makin kecil biaya rata-rata," pungkasnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :