Kenaikan TDL harus dirundingkan dengan industri
Rabu, 29 Agustus 2012 - 13:01 WIB
Kenaikan TDL harus dirundingkan dengan industri
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi Aviliani menilai pemerintah harus kembali membicarakan persoalan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) kepada industri. Pasalnya, industri merupakan salah satu pihak yang akan menerima derita kenaikan TDL 16 persen nantinya.
"Ajaklah industri untuk berunding berapa harga yang pas untuk industri," kata Aviliani kepada Sindonews kala ditemui di acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Tidak tepatnya menaikan TDL, menurutnya akan berdampak pada inflasi. Walaupun prediksinya masih dalam tahap wajar, tapi komunikasi tetap harus dilakukan. Sehingga, tidak diperlukan juga nantinya membuat regulasi jika industri menaikan harga jual barang.
"Sebenarnya wajar, karena inflasi kan 4 persen, kalaupun naik, hanya 5 atau 6 persen. Jangan sampai double digit. Artinya jangan sampai pemerintah lupa, perlu mengajak, kalau kita naikan (dampaknya) gini," jelasnya.
Sejauh ini, lanjutnya, pemerintah mempunyai langkah tepat dengan menaikan TDL bertahap. Meski, menurutnya tanpa subsidi listrik harus dihapuskan. Karena selain akan berdampak pada inflasi yang melonjak drastis. Kemudian efek politis juga tidak akan bagus untuk pemerintah.
"Kalau dicabut efek terhadap psikologisnya nggak bagus, karena nggak populis. Politik kan melihat kalau nggak populis itu akan menjadi problem, lihat saja yang disubsidi. Apapun yang dilakukan pemerintah kalau tidak ada subsidi, itu pasti menjadi tidak populis," pungkasnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
"Ajaklah industri untuk berunding berapa harga yang pas untuk industri," kata Aviliani kepada Sindonews kala ditemui di acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Tidak tepatnya menaikan TDL, menurutnya akan berdampak pada inflasi. Walaupun prediksinya masih dalam tahap wajar, tapi komunikasi tetap harus dilakukan. Sehingga, tidak diperlukan juga nantinya membuat regulasi jika industri menaikan harga jual barang.
"Sebenarnya wajar, karena inflasi kan 4 persen, kalaupun naik, hanya 5 atau 6 persen. Jangan sampai double digit. Artinya jangan sampai pemerintah lupa, perlu mengajak, kalau kita naikan (dampaknya) gini," jelasnya.
Sejauh ini, lanjutnya, pemerintah mempunyai langkah tepat dengan menaikan TDL bertahap. Meski, menurutnya tanpa subsidi listrik harus dihapuskan. Karena selain akan berdampak pada inflasi yang melonjak drastis. Kemudian efek politis juga tidak akan bagus untuk pemerintah.
"Kalau dicabut efek terhadap psikologisnya nggak bagus, karena nggak populis. Politik kan melihat kalau nggak populis itu akan menjadi problem, lihat saja yang disubsidi. Apapun yang dilakukan pemerintah kalau tidak ada subsidi, itu pasti menjadi tidak populis," pungkasnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :