Gubernur Kaltim nilai Dahlan asal ngomong

Rabu, 29 Agustus 2012 - 18:58 WIB
Gubernur Kaltim nilai...
Gubernur Kaltim nilai Dahlan asal ngomong
A A A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN dinilai tidak beralasan telah membatalkan program penambahan lahan pertanian seluas 100.000 hektare (ha) di Kalimantan Timur. Karena secara fakta saja sudah menunjukan Kalimantan Timur memiliki lahan lebih dari 22 juta ha. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan pulau Jawa.

"Lahan Kaltim itukan lebih dari 22 juta hektar, masa untuk 100 ribu tidak ada, itu tidak masuk akal," kata Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu(29/8/2012).

Jikapun bermasalah, menurut Awang harus ada pembuktian yang jelas. Bahkan secara rinci, di lokasi mana saja lahan yang memang tidak layak untuk digunakan. Dia menyatakan mantan bos PLN tersebut terlalu mengeneralisir permasalahan yang ada. Selagi tata ruang yang masih kosong, menurutnya permasalahan yang diungkapkan sebetulnya dapat terselesaikan.

"Saya minta Pak Dahlan kalau ngomong itu harus ada dasarnya, dan juga saya minta tunjukan di daerah mana yang kurang lahan, buktinya di Kaltim PT Solaria jalan, PT Miwon jalan, dan masih banyak yang lain," tegasnya.

Rencananya pada tanggal 5 September 2012, Awang akan mengundang seluruh Bupati, BUMN, BPN, dan Kementerian Perhutanan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan bilang, program tersebut batal karena tanah yang semula ditawarkan Pemerintah Daerah tidak tersedia.

"Kami cabut dari Kalimantan, semua itu (intensifikasi lahan sawah) itu hanya omong kosong. Tidak ada itu tanah seluas 100.000 ha," kata Dahlan di kantor pusat PT Pertani.

Menurut Dahlan, lahan pertanian itu memang ada, tetapi sarat dengan masalah. Hal itu diketahui setelah pihak kementerian BUMN mengurus perizinannya. Diketahui, izin tanah sudah diberikan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Dahlan menilai, pemerintah daerah setempat tidak memiliki komitmen mencetak lahan sawah baru. Kementerian BUMN juga sedang menggagas program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) sebesar 100.000 ha. Area yang diincar adalah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved