RI-Vietnam target peningkatan perdagangan USD5 M
Rabu, 29 Agustus 2012 - 19:08 WIB
RI-Vietnam target peningkatan perdagangan USD5 M
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia dan Vietnam sepakati kerangka baru peningkatan kerjasama bilateral kedua negara. Di Nusa Dua, Bali (28/8) delegasi dari kedua negara menggelar pertemuan kedua “Menuju Kemitraan Strategis RI-Vietnam”.
Pertemuan dipimpin Wamenlu Vietnam Pham Quang Vinh dan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu Dubes Pitono Purnomo. Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Media Kemlu P.L.E. Priatna.
Usai perundingan di Bali, siang tadi, Rabu (29/8/2012) di Pejambon, Wamen Vietnam telah diterima oleh Wamenlu Dubes Wardana yang didampingi Direktur Asia Timur dan Pasifik Dewi S. Wahab.
Mengenai hasil-hasil pertemuan di Bali, Priatna menjelaskan kedua delegasi telah membahas sejumlah elemen kerjasama kemitraan strategik RI-Vietnam. “Termasuk di antaranya target meningkatkan perdagangan senilai USD5 miliar pada tahun 2015,” ujar Priatna dalam keterangan tertulisnya, Rabu(29/8/2012).
Elemen-elemen tersebut meliputi upaya peningkatan kerjasama bilateral kedua negara dan kerjasama di kawasan serta global.
Mengenai hubungan bilateral, telah diidentifikasi sejumlah bidang kerjasama seperti politik, keamanan dan pertahanan, hukum, ekonomi, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi dan sosial budaya.
Sedangkan di kancah internasional, kedua negara akan memperkuat kerjasama di forum-forum regional dan inter-regional serta multilateral.
Kemitraan strategik RI-Vietnam yang dikembangkan, menurut Pitono, haruslah didasarkan pada dua aspek. Pertama haruslah berorientasi ke depan. Kedua harus memuat agenda komprehensif yang meliputi sektor kerjasama yang seluas-luasnya dan mencangkup kepentingan kedua negara.
“Saya berkeyakinan kemitraan strategik ini akan menguntungkan masyarakat ke dua negara yang saling mengisi. Pada gilirannya kemitraan tersebut diharapkan berkontribusi bagi pembangunan di kawasan,” lanjut Pitono.
Hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam telah berlansung sejak 30 Desember 1955 yang diawali dengan pembukaan Konsulat RI di Hanoi.
Hubungan baik kedua negara juga ditandai dengan semakin meningkatnya saling kunjung dan pertemuan antara pejabat tinggi pemerintah, pengusaha dan sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.
Di bidang politik, kedua negara telah menandatangani sejumlah persetujuan, MOU dan kesepakatan lainnya. Utamanya yaitu Persetujuan Penetapan Batas Landas Kontinen RI-Vietnam, tanggal 26 Juni 2003 yang diratifikasi bulan Mei 2007 dan Declaration on the Framework of Friendly and Comprehensive Partnership Entering the 21st Century, pada saat kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Hanoi, bulan Juni 2003.
Kedua negara juga telah menyepakati Deklarasi Kemitraan Komprehensif 2003 dan Rencana Aksi 2012-2015. Sebagai tindak lanjut, telah diselenggarakan Sidang Komisi Bersama Kerjasama Bilateral/Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) pertama tingkat Menlu RI-Vietnam di Ha Noi pada 25 Juli 2012. Kunjungan kehormatan kepada PM Nguyen Tan Dung dan Sekjen Partai Komunis Nguyen Phu Trong juga telah dilakukan pada 25-26 Juli 2012.
Di bidang perdagangan, Vietnam menikmati surplus USD60 juta dari total ekspornya ke Indonesia senilai USD1,131 miliar. Produk telepon seluler asal Vietnam meningkat sebesar 155 persen senilai USD134,7 juta. Demikian pula ekspor elektronik dan kopi yang mencapai masing-masing USD5,7 juta dan USD78,2 juta.
Pertemuan di Bali kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama di Hanoi pada 13-14 Juli yang lalu. Delegasi dari Indonesia di antaranya beranggotakan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemlu Dewi S. Wahab, Kepala Pusat Analisa dan Pembangunan Aspasaf Kemlu Siswo Pramono dan Direktur Informasi dan Media Kemlu P.L.E Priatna.
Sedangkan delegasi dari Vietnam di antaranya beranggotakan Dirjen Akademi Diplomatik Hoang Anh Tuan dan Dubes Vietnam di Jakarta Nguyen Xuan Thuy.
Pertemuan dipimpin Wamenlu Vietnam Pham Quang Vinh dan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu Dubes Pitono Purnomo. Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Media Kemlu P.L.E. Priatna.
Usai perundingan di Bali, siang tadi, Rabu (29/8/2012) di Pejambon, Wamen Vietnam telah diterima oleh Wamenlu Dubes Wardana yang didampingi Direktur Asia Timur dan Pasifik Dewi S. Wahab.
Mengenai hasil-hasil pertemuan di Bali, Priatna menjelaskan kedua delegasi telah membahas sejumlah elemen kerjasama kemitraan strategik RI-Vietnam. “Termasuk di antaranya target meningkatkan perdagangan senilai USD5 miliar pada tahun 2015,” ujar Priatna dalam keterangan tertulisnya, Rabu(29/8/2012).
Elemen-elemen tersebut meliputi upaya peningkatan kerjasama bilateral kedua negara dan kerjasama di kawasan serta global.
Mengenai hubungan bilateral, telah diidentifikasi sejumlah bidang kerjasama seperti politik, keamanan dan pertahanan, hukum, ekonomi, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi dan sosial budaya.
Sedangkan di kancah internasional, kedua negara akan memperkuat kerjasama di forum-forum regional dan inter-regional serta multilateral.
Kemitraan strategik RI-Vietnam yang dikembangkan, menurut Pitono, haruslah didasarkan pada dua aspek. Pertama haruslah berorientasi ke depan. Kedua harus memuat agenda komprehensif yang meliputi sektor kerjasama yang seluas-luasnya dan mencangkup kepentingan kedua negara.
“Saya berkeyakinan kemitraan strategik ini akan menguntungkan masyarakat ke dua negara yang saling mengisi. Pada gilirannya kemitraan tersebut diharapkan berkontribusi bagi pembangunan di kawasan,” lanjut Pitono.
Hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam telah berlansung sejak 30 Desember 1955 yang diawali dengan pembukaan Konsulat RI di Hanoi.
Hubungan baik kedua negara juga ditandai dengan semakin meningkatnya saling kunjung dan pertemuan antara pejabat tinggi pemerintah, pengusaha dan sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.
Di bidang politik, kedua negara telah menandatangani sejumlah persetujuan, MOU dan kesepakatan lainnya. Utamanya yaitu Persetujuan Penetapan Batas Landas Kontinen RI-Vietnam, tanggal 26 Juni 2003 yang diratifikasi bulan Mei 2007 dan Declaration on the Framework of Friendly and Comprehensive Partnership Entering the 21st Century, pada saat kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Hanoi, bulan Juni 2003.
Kedua negara juga telah menyepakati Deklarasi Kemitraan Komprehensif 2003 dan Rencana Aksi 2012-2015. Sebagai tindak lanjut, telah diselenggarakan Sidang Komisi Bersama Kerjasama Bilateral/Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) pertama tingkat Menlu RI-Vietnam di Ha Noi pada 25 Juli 2012. Kunjungan kehormatan kepada PM Nguyen Tan Dung dan Sekjen Partai Komunis Nguyen Phu Trong juga telah dilakukan pada 25-26 Juli 2012.
Di bidang perdagangan, Vietnam menikmati surplus USD60 juta dari total ekspornya ke Indonesia senilai USD1,131 miliar. Produk telepon seluler asal Vietnam meningkat sebesar 155 persen senilai USD134,7 juta. Demikian pula ekspor elektronik dan kopi yang mencapai masing-masing USD5,7 juta dan USD78,2 juta.
Pertemuan di Bali kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama di Hanoi pada 13-14 Juli yang lalu. Delegasi dari Indonesia di antaranya beranggotakan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemlu Dewi S. Wahab, Kepala Pusat Analisa dan Pembangunan Aspasaf Kemlu Siswo Pramono dan Direktur Informasi dan Media Kemlu P.L.E Priatna.
Sedangkan delegasi dari Vietnam di antaranya beranggotakan Dirjen Akademi Diplomatik Hoang Anh Tuan dan Dubes Vietnam di Jakarta Nguyen Xuan Thuy.
(gpr)
Lihat Juga :