Kenaikan TDL, dihantui aroma politik 2014
Kamis, 30 Agustus 2012 - 12:33 WIB
Kenaikan TDL, dihantui aroma politik 2014
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sepertinya belum cukup percaya diri untuk memastikan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di 2013. Walapun diketahui pada asumsi makro sudah ditetapkan subsidi energi sebesar Rp274,743 triliun, dimana subsidi BBM Rp193,8 triliun dan listrik Rp80,937 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengakui subsidi energi sudah terhitung dengan skenario kenaikan TDL. Pemerintah harus berupaya cukup keras untuk menjebolkan usulan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, agar bisa terealisasi di tahun depan.
"Ini kan kita gak bisa berandai-andai, ya opsinya begini, argumen mesti dibangun dengan baik, komunikasi dibangun dengan baik, ini kan kita berbicara mengenai bangsa dan negara," kata Anny kepada wartawan di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Jika melihat ke tahun 2013, suasana politik akan menjadi sangat kental. Mengingat, Pemilu yang akan terjadi di 2014 juga semakin dekat. Kebijakan yang sangat sensitif, ditakutkan akan menjadi makanan empuk bagi DPR untuk menjatuhkan pemerintah.
"Semua bersepakat, bahwa subsidi BBM dan energi harus tepat sasaran. Oleh karena itu harus kita lihat, nanti kita bahas lagi, dengan argumentasi yang disampaikan pemerintah, kenapa pemerintah memilih itu, alasannya, mudah-mudahan akan ada kesepakatan," jelas Anny.
Jika usulan ini tidak dikabulkan, kemungkinan subsidi listrik akan membengkak Rp12 triliun. Dari anggaran yang tersedia, antisipasinya pemerintah akan menggunakan cadangan resiko fiskal untuk menutupi pembengkakan tersebut. "Kalau yang namanya cadangan resiko fiskal termasuk di dalamnya energi," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan.“Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat tidak keberatan dengan rencana kenaikan TTL yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk membahas opsi tersebut dengan DPR.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 kepada DPR, 16 Agustus 2012 lalu, mengatakan bahwa penyesuaian tarif listrik dibutuhkan untuk menurunkan beban subsidi energi. Subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 sebesar Rp65 triliun.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengakui subsidi energi sudah terhitung dengan skenario kenaikan TDL. Pemerintah harus berupaya cukup keras untuk menjebolkan usulan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, agar bisa terealisasi di tahun depan.
"Ini kan kita gak bisa berandai-andai, ya opsinya begini, argumen mesti dibangun dengan baik, komunikasi dibangun dengan baik, ini kan kita berbicara mengenai bangsa dan negara," kata Anny kepada wartawan di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Jika melihat ke tahun 2013, suasana politik akan menjadi sangat kental. Mengingat, Pemilu yang akan terjadi di 2014 juga semakin dekat. Kebijakan yang sangat sensitif, ditakutkan akan menjadi makanan empuk bagi DPR untuk menjatuhkan pemerintah.
"Semua bersepakat, bahwa subsidi BBM dan energi harus tepat sasaran. Oleh karena itu harus kita lihat, nanti kita bahas lagi, dengan argumentasi yang disampaikan pemerintah, kenapa pemerintah memilih itu, alasannya, mudah-mudahan akan ada kesepakatan," jelas Anny.
Jika usulan ini tidak dikabulkan, kemungkinan subsidi listrik akan membengkak Rp12 triliun. Dari anggaran yang tersedia, antisipasinya pemerintah akan menggunakan cadangan resiko fiskal untuk menutupi pembengkakan tersebut. "Kalau yang namanya cadangan resiko fiskal termasuk di dalamnya energi," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan.“Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat tidak keberatan dengan rencana kenaikan TTL yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk membahas opsi tersebut dengan DPR.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 kepada DPR, 16 Agustus 2012 lalu, mengatakan bahwa penyesuaian tarif listrik dibutuhkan untuk menurunkan beban subsidi energi. Subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 sebesar Rp65 triliun.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :