Tutup biaya operasional, tarif Commuter Line harus naik
Kamis, 30 Agustus 2012 - 14:45 WIB
Tutup biaya operasional, tarif Commuter Line harus naik
A
A
A
Sindonews.com - Rencana kenaikan tarif commuter line per 1 Oktober 2011 adalah sebagai konsekuensi dari peningkatan pelayanan serta penyesuaian biaya operasional KRL yang selama ini tidak disubsidi oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Makmur Syaheran, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kepada Harian Sindo, Kamis (30/8/2012).
Sebagai informasi untuk tarif commuter line Jakarta-Bogor sendiri saat ini seharga Rp7.000. Maka jika dinaikkan akan menjadi Rp9.000. Makmur beralasan sudah tiga tahun terakhir PT KCJ tidak menaikkan tarif commuter line. Sementara disatu sisi pihaknya juga mesti mengakomodir kebutuhan penumpang yang selalu naik jumlahnya.
"Untuk membeli armada kan butuh tambahan dana, tiga tahun terakhir kita kan tidak ada kenaikan tarif, ini agar proses pelayanan ini berlanjut dan tidak berhenti," ucapnya.
Untuk diketahui saat ini PT KCJ sendiri sejak 2008 telah menambah 64 persen armada, sehingga sampai dengan saat ini pihaknya telah memiliki armada KRL Commuter line sebanyak 664 unit gerbong dimana untuk akhir tahun nanti akan ditambah lagi 60 gerbong baru.
"Pada 2008 akhir ada 386 unit, untuk 2011 ada penambahan sebanyak 248 unit, sehingga total 634 unit. Untuk tahun ini akan ditambah 90 lagi, namun yang baru masuk 30, jadi posisi terakhir 664 unit," jelasnya.
Terakhir, Makmur memastikan jika tarif yang akan dinaikkan hanya untuk KRL Commuter line dan tidak berlaku untuk kereta ekonomi, karena tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. "Yang dinaikkan itu commuter line, kereta AC yang tidak ada subsidinya dari pemerintah. Jadi kita harus biayai sendiri," tuturnya.
Hal tersebut disampaikan Makmur Syaheran, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kepada Harian Sindo, Kamis (30/8/2012).
Sebagai informasi untuk tarif commuter line Jakarta-Bogor sendiri saat ini seharga Rp7.000. Maka jika dinaikkan akan menjadi Rp9.000. Makmur beralasan sudah tiga tahun terakhir PT KCJ tidak menaikkan tarif commuter line. Sementara disatu sisi pihaknya juga mesti mengakomodir kebutuhan penumpang yang selalu naik jumlahnya.
"Untuk membeli armada kan butuh tambahan dana, tiga tahun terakhir kita kan tidak ada kenaikan tarif, ini agar proses pelayanan ini berlanjut dan tidak berhenti," ucapnya.
Untuk diketahui saat ini PT KCJ sendiri sejak 2008 telah menambah 64 persen armada, sehingga sampai dengan saat ini pihaknya telah memiliki armada KRL Commuter line sebanyak 664 unit gerbong dimana untuk akhir tahun nanti akan ditambah lagi 60 gerbong baru.
"Pada 2008 akhir ada 386 unit, untuk 2011 ada penambahan sebanyak 248 unit, sehingga total 634 unit. Untuk tahun ini akan ditambah 90 lagi, namun yang baru masuk 30, jadi posisi terakhir 664 unit," jelasnya.
Terakhir, Makmur memastikan jika tarif yang akan dinaikkan hanya untuk KRL Commuter line dan tidak berlaku untuk kereta ekonomi, karena tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. "Yang dinaikkan itu commuter line, kereta AC yang tidak ada subsidinya dari pemerintah. Jadi kita harus biayai sendiri," tuturnya.
(and)
Lihat Juga :