BEI targetkan peningkatan pendapatan 15%
Kamis, 30 Agustus 2012 - 19:27 WIB
BEI targetkan peningkatan pendapatan 15%
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito mengaku pihaknya tengah menargetkan pendapatan hingga 15 persen pada semester II-2012, walaupun pada kenyataannya pendapatan mereka turun pada semester I-2012.
Sayangnya, lanjut Ito, saat ini belum mencapai target 15 persen tersebut, sehingga pihaknya akan melakukan revisi laporan keuangan pada Oktober mendatang. "15 persen, tapi sekarang masih di bawah itu. Oktober kita akan melakukan revisi," terangnya saat ditemui di kantornya, Kamis (30/8/2012).
Sebelumnya, mengakui adanya penurunan pendapatan dari Rp156 miliar menjadi Rp95 miliar pada semester I-2012. Menurunnya nilai transaksi disinyalir sebagai biang keladi penurunan tersebut.
Setidaknya ada penurunan sekitar 13 persen pada nilai rata-rata transaksi yang semula berada pada kisaran Rp5,8 triliun menjadi hanya Rp4,4 triliun per hari. "Karena nilai rata-rata transaksi harian turun. Karena penurunan transaksi harian dari yang biasanya Rp5,8 triliun jadi Rp4,4 triliun per hari ini," ujar Ito.
Penurunan nilai transaksi tersebut, lanjut Ito, secara langsung berkontribusi pada penurunan pendapatan bursa. "Karena turun 13 persen otomatis pendapatan bursa juga turun," tukasnya.
Sayangnya, lanjut Ito, saat ini belum mencapai target 15 persen tersebut, sehingga pihaknya akan melakukan revisi laporan keuangan pada Oktober mendatang. "15 persen, tapi sekarang masih di bawah itu. Oktober kita akan melakukan revisi," terangnya saat ditemui di kantornya, Kamis (30/8/2012).
Sebelumnya, mengakui adanya penurunan pendapatan dari Rp156 miliar menjadi Rp95 miliar pada semester I-2012. Menurunnya nilai transaksi disinyalir sebagai biang keladi penurunan tersebut.
Setidaknya ada penurunan sekitar 13 persen pada nilai rata-rata transaksi yang semula berada pada kisaran Rp5,8 triliun menjadi hanya Rp4,4 triliun per hari. "Karena nilai rata-rata transaksi harian turun. Karena penurunan transaksi harian dari yang biasanya Rp5,8 triliun jadi Rp4,4 triliun per hari ini," ujar Ito.
Penurunan nilai transaksi tersebut, lanjut Ito, secara langsung berkontribusi pada penurunan pendapatan bursa. "Karena turun 13 persen otomatis pendapatan bursa juga turun," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :