BI tepis ekonomi RI akan overheating
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 10:57 WIB
BI tepis ekonomi RI akan overheating
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) menepis adanya overheating dalam perekonomian Indonesia. Bahkan menurutnya potensi ke arah sana pun masih jauh, karena adanya keseimbangan internal dalam perekonomian.
"Saya nilai tidak ada overheating dalam perekonomian kita karena di dalamnya ada keseimbangan internal," ungkapnya kala ditemui dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku Bank Indonesia (BI)-ISEI "Koordinasi dan Interaksi Kebijakan Fiskal-Moneter : Tantangan Ke Depan", di Gedung BI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Dapat terlihat, lanjut Darmin, jika melihat pertumbuhan perekonomian yang cenderung meningkat, inflasi yang rendah, dan defisit fiskal yang rendah. "Saya rasa hal-hal yang tadi itu merupakan indikator utama dari keseimbangan internal yang menyebabkan perekonomian kita tidak memiliki potensi untuk mengalami overheating," ucapnya.
Akan tetapi, dirinya mengakui, sektor industri menjadi problem yang cukup berat. Lepas dari masa krisis, hingga saat ini industri cendernung semakin melemah. Atau menurutnya tidak cukup kuat untuk meringankan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Walaupun juga dipengaruhi sentimen negatif ekonomi dunia.
"Industri kita sangat lemah dalam menghasilkan bahan baku dan modal sehingga ketika perekonomian tumbuh di situlah permintaan akan impor menjadi besar. Dan Kebetulan ekspor pun merosot dikarenakan perekonomian global yang cenderung berfluktuasi," pungkasnya.
"Saya nilai tidak ada overheating dalam perekonomian kita karena di dalamnya ada keseimbangan internal," ungkapnya kala ditemui dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku Bank Indonesia (BI)-ISEI "Koordinasi dan Interaksi Kebijakan Fiskal-Moneter : Tantangan Ke Depan", di Gedung BI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Dapat terlihat, lanjut Darmin, jika melihat pertumbuhan perekonomian yang cenderung meningkat, inflasi yang rendah, dan defisit fiskal yang rendah. "Saya rasa hal-hal yang tadi itu merupakan indikator utama dari keseimbangan internal yang menyebabkan perekonomian kita tidak memiliki potensi untuk mengalami overheating," ucapnya.
Akan tetapi, dirinya mengakui, sektor industri menjadi problem yang cukup berat. Lepas dari masa krisis, hingga saat ini industri cendernung semakin melemah. Atau menurutnya tidak cukup kuat untuk meringankan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Walaupun juga dipengaruhi sentimen negatif ekonomi dunia.
"Industri kita sangat lemah dalam menghasilkan bahan baku dan modal sehingga ketika perekonomian tumbuh di situlah permintaan akan impor menjadi besar. Dan Kebetulan ekspor pun merosot dikarenakan perekonomian global yang cenderung berfluktuasi," pungkasnya.
(gpr)