Nilai kapitalisasi tergerus Rp32,61 T

Jum'at, 31 Agustus 2012 - 11:11 WIB
Nilai kapitalisasi tergerus...
Nilai kapitalisasi tergerus Rp32,61 T
A A A
Sindonews.com - Investor pasar modal masih melakukan aksi jual saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga kemarin, meski manajemen telah membantah bahwa perseroan di ambang kebangkrutan finansial.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham BUMI ditutup melemah 40 poin atau 5,97 persen ke level Rp630 per saham. Kapitalisasi hanya mencapai Rp13,09 triliun. Nilai kapitalisasi itu tergerus Rp32,61 triliun atau 71,36 persen dibandingkan posisi awal tahun ini yang mencapai Rp45,70 triliun.

Saham Bumi sempat mencapai harga tertinggi pada 2 Februari 2012 sebesar Rp2.600. Namun, kemarin harga BUMI turun Rp40 (5,97 persen) menjadi Rp630.

Kepala Riset Semesta Indovest M Sugiarto mengatakan, investor pasar modal mengkhawatirkan risiko yang dihadapi jika terus menguasai saham BUMI. Pasalnya, investor beranggapan beban utang BUMI saat ini tinggi.

Saat ini, lanjut dia, persepsi investor terhadap saham BUMI masih kurang baik. Karena itu, kemungkinan harga saham perusahaan pertambangan milik Grup Bakrie ini kembali mengalami pelemahan bisa saja terjadi. ”Tapi sulit untuk diukur sampai berapa jauh, karena tergantung persepsi investor,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Sebelumnya, Analis PT Panin Sekuritas Fajar Indra mengatakan bahwa BUMI diindikasikan mengalami kebangkrutan finansial, di mana performa keuangan semester I/2012 sangat buruk dan solvabilitas sangat lemah.

Dia memaparkan BUMI mencatatkan kerugian sebesar USD322 juta pada semester I/2012, setelah mencatatkan keuntungan sebesar USD232 juta pada semester I/2011. ”Ada beberapa faktor yang disinyalir menyebabkan jatuhnya performa BUMI pada semester I/2012,” ujar dia dalam risetnya.

Fajar menjelaskan, faktor pertama adalah tergerusnya marjin laba BUMI yang diakibatkan melonjaknya biaya produksi/ton sebesar 9,2 persen dan tidak diimbangi naiknya harga jual.Hal ini terjadi hampir di seluruh perusahaan batu bara di Indonesia, karena memburuknya harga batu bara dunia.

Faktor lainnya adalah tingginya beban keuangan yang harus dibayar serta kerugian atas transaksi derivatif. Laporan keuangan BUMI mencatat, bahkan jumlah beban keuangan yang harus dibayar lebih tinggi dari laba usahanya sendiri. Hal ini tentunya memperlihatkan betapa buruknya solvabilitas BUMI dalam membayar utang-utangnya.

”BUMI memiliki tanggal jatuh tempo untuk utangnya kepada CIC masing-masing sebesar USD600 juta untuk trance kedua dan USD700 juta untuk trance berikutnya,” paparnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kabar Duka, Presdir...
Kabar Duka, Presdir Bumi Resources Saptari Hoedaja Meninggal Dunia
BUMI Terapkan Good Mining...
BUMI Terapkan Good Mining Practice demi Pertambangan Berkelanjutan
Program CSR Bumi Resources...
Program CSR Bumi Resources Dukung Kemandirian Masyarakat
Dukung UMKM Lokal, Arutmin...
Dukung UMKM Lokal, Arutmin Insiasi Program Nawasena
Rogoh Rp24 Triliun,...
Rogoh Rp24 Triliun, Salim Group Cicipi Legitnya Bisnis Batu Bara
Iringi Kinerja di 2023,...
Iringi Kinerja di 2023, BUMI Raih Sejumlah Penghargaan Bidang ESG
Berita Terkini
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
40 menit yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
10 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
11 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved