BI prediksi inflasi Agustus 0,7%
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 13:56 WIB
BI prediksi inflasi Agustus 0,7%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi Inflasi pada bulan Agustus 2012 sekitar 0,7 persen. Sedangkan total dari year on year (yoy) sudah mencapai 4,5 persen.
"Inflasi bulan Agustus itu akan berada 0,7-0,8 persen. sehingga year on year 4,5 persen," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di kantornya, Jumat (31/8/2012).
Faktor penyebab, menurutnya adalah kondisi Lebaran. Selain itu, pada sektor pangan terjadi kenaikan harga gandum karena kekeringan di Amerika Serikat (AS). "Ya namanya Lebaran. Tetapi memang ada kekeringan di Amerika sehingga mempengaruhi harga gandum. Dan itu sudah mulai terlihat inflasi," paparnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada bulan Juli 2012 sebesar 0,70 persen. Secara kalender inflasi 2,5 persen dan yoy adalah sebesar 4,65 persen. Sementara, inflasi komponen inti sebesar 0,54 persen dan secara yoy sebesar 4,28 persen.
"Untuk inflasi tahun lalu, menjelang Ramadan dan Lebaran biasanya mendekati 1 persen. Pada tahun ini karena puasa dan Lebarannya jatuh hampir di tengah bulan, dampaknya jatuh di Juni-Juli-Agustus, nanti kita lihat di Juni 0,62 persen, Juli 0,70 persen, dan Agustus," ujar Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, setelah Lebaran, Sasmito memprediksi inflasi akan turun kembali menyusul pengurangan konsumsi di masyarakat. Jika pangan mendominasi faktor pendorong inflasi bulan Juli 2012, pada Agustus nanti dirinya belum dapat memastikan.
"Bisa saja inflasi didorong oleh Sandang. kebutuhan menjelang Lebaran, perhiasan emas harga naik itu karena demand-nya tinggi," jelasnya.
"Inflasi bulan Agustus itu akan berada 0,7-0,8 persen. sehingga year on year 4,5 persen," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di kantornya, Jumat (31/8/2012).
Faktor penyebab, menurutnya adalah kondisi Lebaran. Selain itu, pada sektor pangan terjadi kenaikan harga gandum karena kekeringan di Amerika Serikat (AS). "Ya namanya Lebaran. Tetapi memang ada kekeringan di Amerika sehingga mempengaruhi harga gandum. Dan itu sudah mulai terlihat inflasi," paparnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada bulan Juli 2012 sebesar 0,70 persen. Secara kalender inflasi 2,5 persen dan yoy adalah sebesar 4,65 persen. Sementara, inflasi komponen inti sebesar 0,54 persen dan secara yoy sebesar 4,28 persen.
"Untuk inflasi tahun lalu, menjelang Ramadan dan Lebaran biasanya mendekati 1 persen. Pada tahun ini karena puasa dan Lebarannya jatuh hampir di tengah bulan, dampaknya jatuh di Juni-Juli-Agustus, nanti kita lihat di Juni 0,62 persen, Juli 0,70 persen, dan Agustus," ujar Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, setelah Lebaran, Sasmito memprediksi inflasi akan turun kembali menyusul pengurangan konsumsi di masyarakat. Jika pangan mendominasi faktor pendorong inflasi bulan Juli 2012, pada Agustus nanti dirinya belum dapat memastikan.
"Bisa saja inflasi didorong oleh Sandang. kebutuhan menjelang Lebaran, perhiasan emas harga naik itu karena demand-nya tinggi," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :