IBST target EBITDA tahun ini Rp300 M
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:45 WIB
IBST target EBITDA tahun ini Rp300 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) menargetkan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada tahun ini sekira Rp300 miliar. Saat ini, EBITDA perseroan telah melapaui 50 persen.
"Target EBITDA kita targetkan Rp300 miliar. Hingga saat ini pencapaian EBITDA perusahaan sudah mencapai Rp180 miliar," ujar Direktur PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, Stefanus Sudyatmiko, saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Menurut Stefanus, target tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp50 miliar. Sementara, hingga semester I-2012, perusahaan telah mencatat EBITDA sebesar Rp180 Miliar.
Stefanus menambahkan, perusahaan berharap dapat mencapai pendapatan sekira Rp400 miliar pada tahun ini. Namun, hingga saat ini baru mencapai sekira Rp200 miliar.
Sebelumnya, IBST berhasil menjadi saham yang menguat di peringkat pertama (top gainers). Saham ini menguat sebesar 50 persen, atau Rp500. Alhasil, harga saham yang baru listing hari ini menguat ke Rp1.500 dari harga dasar Rp1.000.
Berdasarkan pantauan di IHSG, pada akhir sesi I perdagangan hari ini, harga tertinggi yang diraih saham ini adalah Rp1.500, sementara harga terendahnya Rp1.250.
Volume perdagangan mencapai 353 lot saham dengan nilai Rp263,95 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi sendiri tercatat hanya 64 kali. Inti Bangun Sejahtera resmi melantai di BEI hari ini. Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp1.000 per saham.
Jumlah saham yang dilepas ke publik sekira 154,24 juta saham atau 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun penetapan harga saham perdana tersebut, perseroan diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana.
"Target EBITDA kita targetkan Rp300 miliar. Hingga saat ini pencapaian EBITDA perusahaan sudah mencapai Rp180 miliar," ujar Direktur PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, Stefanus Sudyatmiko, saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Menurut Stefanus, target tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp50 miliar. Sementara, hingga semester I-2012, perusahaan telah mencatat EBITDA sebesar Rp180 Miliar.
Stefanus menambahkan, perusahaan berharap dapat mencapai pendapatan sekira Rp400 miliar pada tahun ini. Namun, hingga saat ini baru mencapai sekira Rp200 miliar.
Sebelumnya, IBST berhasil menjadi saham yang menguat di peringkat pertama (top gainers). Saham ini menguat sebesar 50 persen, atau Rp500. Alhasil, harga saham yang baru listing hari ini menguat ke Rp1.500 dari harga dasar Rp1.000.
Berdasarkan pantauan di IHSG, pada akhir sesi I perdagangan hari ini, harga tertinggi yang diraih saham ini adalah Rp1.500, sementara harga terendahnya Rp1.250.
Volume perdagangan mencapai 353 lot saham dengan nilai Rp263,95 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi sendiri tercatat hanya 64 kali. Inti Bangun Sejahtera resmi melantai di BEI hari ini. Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp1.000 per saham.
Jumlah saham yang dilepas ke publik sekira 154,24 juta saham atau 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun penetapan harga saham perdana tersebut, perseroan diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana.
(gpr)
Lihat Juga :