Inti segera tambah 100 menara baru
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 15:00 WIB
Inti segera tambah 100 menara baru
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Keuangan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST), Stefanus Sudyatmiko, mengungkapkan perseroan tengah berupaya menargetkan mendapatkan tambahan 100 menara pada 2012.
"Penambahan jumlah menara tersebut dapat dilakukan dengan membangun menara dan akuisisi menara. Saat ini kami sedang menjajaki akuisisi dan mengikuti tender," ujar Stefanus kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2012.Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Saat ini, IBST sendiri telah memiliki sebanyak 2.000 menara pemancar. Penambahan menara itu diyakini akan terwujud mengingat perseroan telah meraih dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran saham perdana (IPO) hari ini.
Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan modal investasi baik untuk akuisisi menara maupun pembangunan menara baru, sedangkan sisanya digunakan sebagai modal kerja. "Sekitar 85 persen untuk belanja modal. Sisa dana investasi juga akan didapatkan dari operasional," tukasnya. Sementara biaya membangun menara nanti menghabiskan biaya antara Rp1 miliar sampai Rp1,25 miliar.
Sebelumnya, IBST resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp1.000 per saham.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dari mulai tahap persiapan hingga tercapainya IPO pada hari ini," ungkap Presiden Direktur PT Inti Bangun Sejahtera, Andrie Tjioe dalam pembukaan listing PT Inti Bangun Sejahtera di Main Hall lantai GF, gedung BEI, Jakarta, Jum'at (31/8/2012).
Dalam pencatatan di papan bursa, perseroan tercatat dengan kode IBST dengan harga saham penawaran sebesar Rp1.500 per saham pada pembukaan pencatatan. Dengan volume 331 lot dan total nilai transaksi 240 juta. Angka tersebut naik sebesar 50 persen dari nilai saham pada Penawaran Umum Perdana (IPO) sebesar Rp1.000 per saham.
Jumlah saham yang dilepas ke publik sekitar 154,24 juta saham atau 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan penetapan harga saham perdana tersebut, perseroan diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana.
"Penambahan jumlah menara tersebut dapat dilakukan dengan membangun menara dan akuisisi menara. Saat ini kami sedang menjajaki akuisisi dan mengikuti tender," ujar Stefanus kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2012.Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Saat ini, IBST sendiri telah memiliki sebanyak 2.000 menara pemancar. Penambahan menara itu diyakini akan terwujud mengingat perseroan telah meraih dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran saham perdana (IPO) hari ini.
Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan modal investasi baik untuk akuisisi menara maupun pembangunan menara baru, sedangkan sisanya digunakan sebagai modal kerja. "Sekitar 85 persen untuk belanja modal. Sisa dana investasi juga akan didapatkan dari operasional," tukasnya. Sementara biaya membangun menara nanti menghabiskan biaya antara Rp1 miliar sampai Rp1,25 miliar.
Sebelumnya, IBST resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp1.000 per saham.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dari mulai tahap persiapan hingga tercapainya IPO pada hari ini," ungkap Presiden Direktur PT Inti Bangun Sejahtera, Andrie Tjioe dalam pembukaan listing PT Inti Bangun Sejahtera di Main Hall lantai GF, gedung BEI, Jakarta, Jum'at (31/8/2012).
Dalam pencatatan di papan bursa, perseroan tercatat dengan kode IBST dengan harga saham penawaran sebesar Rp1.500 per saham pada pembukaan pencatatan. Dengan volume 331 lot dan total nilai transaksi 240 juta. Angka tersebut naik sebesar 50 persen dari nilai saham pada Penawaran Umum Perdana (IPO) sebesar Rp1.000 per saham.
Jumlah saham yang dilepas ke publik sekitar 154,24 juta saham atau 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan penetapan harga saham perdana tersebut, perseroan diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp154,24 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana.
(gpr)
Lihat Juga :