Kenaikan TDL bebani UMKM
Sabtu, 01 September 2012 - 10:00 WIB
Kenaikan TDL bebani UMKM
A
A
A
Sindonews.com - Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara berkala mulai awal 2013 diyakini akan memberatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Bidang kemitraan dan UMKM Iwan Gunawan mengatakan, rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan TDL akan memukul bisnis UMKM. Daya saing produk UMKM akan melemah, akibat membengkaknya biaya produksi.
"Kenaikan antara 15-16 persen, tentu akan membebani pelaku UMKM. Apalgi, saat ini UMKM sendiri tengah bangkit dari keterpurukan akibat ketatnya persaingan usaha paska diberlakukannya perdagangan bebas," beber Iwan di Bandung, kemarin.
Pihaknya khawatir, kebijakan kenaikan TDL itu akan membuat para pelaku UMKM menjadi semakin terpuruk. Bahkan hal tersebut pun bisa memicu terjadinya kenaikan harga pada beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Kenaikan TDL bisa membuat daya saing pelaku UMKM menjadi semakin lemah. "Harusnya, pemerintah cermat mengkaji bagaimana dampak dari kebijakan kenaikan TDL yang akan diberlakukan," timpal dia.
Iwan berharap, rencana kenaikan TDL mestinya diwacanakan secara tepat dan terjadwal. Sehingga tidak menimbulkan gejolak harga di masyarakat. Kenaikan TDL diyakini akan berpengaruh secara psikologis terhadap masyarakat. Imbasnya, berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok, dalam bentuk kenaikan harga.
"Ada multiplier efek yang akan ditimbulkan atas kenaikan TDL. Sektor lain akan terkena dampak dari kenaikan tersebut dan UMKM yang mengandalkan energi listrik akan terkena dampaknya juga," pungkas dia.
Sebetulnya, lanjut dia, pemerintah bisa saja melakukan kenaikan TDL, namun demikian besaran kenaikan TDL tersebut harus sesuai dengan kondisi dan kemampuan para pelaku UMKM. Jangan sampai memberlakukan kenaikan TDL dengan tarif yang cukup besar.
Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Bidang kemitraan dan UMKM Iwan Gunawan mengatakan, rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan TDL akan memukul bisnis UMKM. Daya saing produk UMKM akan melemah, akibat membengkaknya biaya produksi.
"Kenaikan antara 15-16 persen, tentu akan membebani pelaku UMKM. Apalgi, saat ini UMKM sendiri tengah bangkit dari keterpurukan akibat ketatnya persaingan usaha paska diberlakukannya perdagangan bebas," beber Iwan di Bandung, kemarin.
Pihaknya khawatir, kebijakan kenaikan TDL itu akan membuat para pelaku UMKM menjadi semakin terpuruk. Bahkan hal tersebut pun bisa memicu terjadinya kenaikan harga pada beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Kenaikan TDL bisa membuat daya saing pelaku UMKM menjadi semakin lemah. "Harusnya, pemerintah cermat mengkaji bagaimana dampak dari kebijakan kenaikan TDL yang akan diberlakukan," timpal dia.
Iwan berharap, rencana kenaikan TDL mestinya diwacanakan secara tepat dan terjadwal. Sehingga tidak menimbulkan gejolak harga di masyarakat. Kenaikan TDL diyakini akan berpengaruh secara psikologis terhadap masyarakat. Imbasnya, berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok, dalam bentuk kenaikan harga.
"Ada multiplier efek yang akan ditimbulkan atas kenaikan TDL. Sektor lain akan terkena dampak dari kenaikan tersebut dan UMKM yang mengandalkan energi listrik akan terkena dampaknya juga," pungkas dia.
Sebetulnya, lanjut dia, pemerintah bisa saja melakukan kenaikan TDL, namun demikian besaran kenaikan TDL tersebut harus sesuai dengan kondisi dan kemampuan para pelaku UMKM. Jangan sampai memberlakukan kenaikan TDL dengan tarif yang cukup besar.
(gpr)
Lihat Juga :