Pelayanan minim, TDL dinilai tak layak naik

Minggu, 02 September 2012 - 17:47 WIB
Pelayanan minim, TDL...
Pelayanan minim, TDL dinilai tak layak naik
A A A
Sindonews.com - Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) menilai, rencana PT PLN (Persero) menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 16 persen secara bertahap pada 2013 kurang wajar. Kenaikan tersebut dinilai HLKI tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan PT PLN.

Ketua HLKI Firman Turmantara mengatakan, rencana menaikkan TDL berpotensi membuat beban masyarakat semakin berat. Kenaikan tersebut juga akan memicu naiknya harga-harga komoditi lainnya, terutama komiditi yang dihasilkan dari industri yang mengandalkan energi listrik sebagai salah satu komponen utama.

“Sebaiknya pemerintah jangan dulu menaikkan tarif dasar listrik. Selain akan membebani masyarakat, juga ada efek lain yang akan ditimbulkan dari kenaikan tersebut. Terutama industri yang mengandalkan energi listrik,” kata Firman di Bandung, Minggu (2/9/2012).

Naikknya TDL akan menaikkan biaya produksi industri. Untuk menutupinya, industri akan menaikkan harga jual produk. Kenaikan harga produk, akan menurunkan daya beli masyarakat. Imbasnya produk industri kurang laku. Dalam kontek jangka panjang, tidak tertutup kemungkinan industri akan terancam gulung tikar.

“Kalaupun pemerintah tetap akan menaikkan TDL, sebaiknya di bawah 10 persen. Sehingga tidak terlalu membebani masyarakat,” jelasnya.

Akan tetapi, sebelum kenaikan tersebut menurut Firman sebaiknya PLN melakukan peningkatan pelayanan. Terutama tidak ada lagi ditemukan adanya pemadaman listrik. Saat ini, lanjut dia, pemadaman listrik juga masih sering terjadi. Kondisi tersebut berbeda dengan janji pemerintah memangkas pemadaman listrik menjadi 2-3 kali dalam satu tahun.

PLN sebaiknya memperhatikan hak konsumen, yaitu mendapatkan pelayanan terbaik. Pemerintah diminta jangan hanya fokus pada pengurangan subsidi dengan menaikkan TDL.

Lebih lanjut Firman menjelaskan, sebelum merealisasikan kenaikan TDL, alangkah lebih baiknya pemerintah melakukan studi kelayakan dan mengajak perwakilan masyarakat untuk duduk bersama untuk membahas rencana kenaikan TDL. Bagaimanapun, energi listrik yang dikelola PLN menjadi sebuah komoditi monopoli. Jika harganya naik, masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa selain menerimanya. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
19 menit yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
1 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
5 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved