Juli, neraca perdagangan kembali defisit
Senin, 03 September 2012 - 11:53 WIB
Juli, neraca perdagangan kembali defisit
A
A
A
Sindonews.com - Neraca perdagangan kembali mencatat defisit pada bulan Juli 2012. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai defisit Juli sebesar USD176,5 juta.
"Kita melihat nilai impor itu sebesar USD16,33 miliar dan ekspor hanya USD16,15 miliar," kata Kepala BPS Pusat Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin (3/9/2012).
Secara komulatif, lanjutnya, neraca perdagangan masih surplus. Tercatat Januari-Juli 2012 surplus masih tersisa USD112,78 miliar. "Surplus kita jauh menurun, dari periode sebelumnya Januari-Juni 2012," jelasnya.
Berdasarkan komponen barang defisit terjadi masih didominasi oleh minyak dan gas bumi (migas), walaupun di beberapa poin masih menunjukkan surplus.
"Kalau migas itu surplus, minyak mentah surplus USD1,173 miliar, hasil minyak defisit USD13,453 miliar, gas surplus cukup besar, USD11,25 miliar dan nonmigas defisit," paparnya.
Sedangkan untuk negara asal impor dan tujuan ekspor, secara akumulasi defisit terjadi ke Asean sebesar USD1,13 miliar. Selain Thailand dan Singapura, diketahui tidak mengalami defisit. Sementara itu, Uni Eropa juga masih surplus USD2,738 miliar dengan Jerman dan Prancis yang mencatat defisit.
"Kalau negara utama lain, memang defisit USD4,389 miliar. China defisit USD5,3 miliar, Jepang USD3,7 miliar, Australia USD1,0 miliar. Namun AS surplus USD2,1 miliar, India surplus USD4,54 miliar," pungkasnya.
"Kita melihat nilai impor itu sebesar USD16,33 miliar dan ekspor hanya USD16,15 miliar," kata Kepala BPS Pusat Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin (3/9/2012).
Secara komulatif, lanjutnya, neraca perdagangan masih surplus. Tercatat Januari-Juli 2012 surplus masih tersisa USD112,78 miliar. "Surplus kita jauh menurun, dari periode sebelumnya Januari-Juni 2012," jelasnya.
Berdasarkan komponen barang defisit terjadi masih didominasi oleh minyak dan gas bumi (migas), walaupun di beberapa poin masih menunjukkan surplus.
"Kalau migas itu surplus, minyak mentah surplus USD1,173 miliar, hasil minyak defisit USD13,453 miliar, gas surplus cukup besar, USD11,25 miliar dan nonmigas defisit," paparnya.
Sedangkan untuk negara asal impor dan tujuan ekspor, secara akumulasi defisit terjadi ke Asean sebesar USD1,13 miliar. Selain Thailand dan Singapura, diketahui tidak mengalami defisit. Sementara itu, Uni Eropa juga masih surplus USD2,738 miliar dengan Jerman dan Prancis yang mencatat defisit.
"Kalau negara utama lain, memang defisit USD4,389 miliar. China defisit USD5,3 miliar, Jepang USD3,7 miliar, Australia USD1,0 miliar. Namun AS surplus USD2,1 miliar, India surplus USD4,54 miliar," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :