Inflasi Agustus, transportasi udara turut andil
Senin, 03 September 2012 - 14:00 WIB
Inflasi Agustus, transportasi udara turut andil
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan penggunaan transportasi umum saat suasana arus mudik dan arus balik Lebaran memicu inflasi pada bulan Agustus 2012. Tercatat transportasi udara memiliki andil 0,1 persen dari total inflasi 0,95 persen.
"Tentu ada penyebab utama, adalah angkutan udara, mempnyai andil 0,1 dengan perubahan harga 13,78 persen. Naik di 41 kota IHK (Indeks Harga Konsumen). Manado sampai 80 persen, Pangkal Pinang 69 persen," ungkap Kepala BPS Pusat Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin (3/9/2012).
Selain itu, masih dari komoditas transportasi, angkutan antar kota menambah inflasi 0,09 persen. Dimana perubahan harga terjadi hingga 13,99 persen.
"Naik tarif akibat tusla saat mau Lebaran dan seusai Lebaran, dan kenaikan tarif di 44 kota IHK, paling tinggi itu di daerah Purbolinggo sebesar 50 persen, dan Jember 53 persen," jelasnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi Lebaran tahun lalu, Suryamin mengatakan nilainya tidak terlalu jauh berbeda, walapun diakui saat ini lebih besar.
Sementara itu, Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo menambahkan, kenaikan harga angkutan udara khsusnya terjadi karena permintaan yang meningkat, selain tambahan tusla. Permintaan meningkat, juga dipicu oleh kenaikan kelas menengah yang terjadi di masyarakat.
"Saya kira iya, ini kan gara-gara senang berkosumsi juga. Yang miskin makin turun kan larinya ke kelas menengah," ucapnya di kesempatan yang sama.
Bulan September, dirinya memprediksi harga tiket angkutan secara keseluruhan akan kembali turun. Meninggat masa liburan juga sudah berakhir. "Nanti tarif pesawat bakal turun, kalau dalam banget mah itu deflasi," pungkasnya.
"Tentu ada penyebab utama, adalah angkutan udara, mempnyai andil 0,1 dengan perubahan harga 13,78 persen. Naik di 41 kota IHK (Indeks Harga Konsumen). Manado sampai 80 persen, Pangkal Pinang 69 persen," ungkap Kepala BPS Pusat Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin (3/9/2012).
Selain itu, masih dari komoditas transportasi, angkutan antar kota menambah inflasi 0,09 persen. Dimana perubahan harga terjadi hingga 13,99 persen.
"Naik tarif akibat tusla saat mau Lebaran dan seusai Lebaran, dan kenaikan tarif di 44 kota IHK, paling tinggi itu di daerah Purbolinggo sebesar 50 persen, dan Jember 53 persen," jelasnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi Lebaran tahun lalu, Suryamin mengatakan nilainya tidak terlalu jauh berbeda, walapun diakui saat ini lebih besar.
Sementara itu, Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo menambahkan, kenaikan harga angkutan udara khsusnya terjadi karena permintaan yang meningkat, selain tambahan tusla. Permintaan meningkat, juga dipicu oleh kenaikan kelas menengah yang terjadi di masyarakat.
"Saya kira iya, ini kan gara-gara senang berkosumsi juga. Yang miskin makin turun kan larinya ke kelas menengah," ucapnya di kesempatan yang sama.
Bulan September, dirinya memprediksi harga tiket angkutan secara keseluruhan akan kembali turun. Meninggat masa liburan juga sudah berakhir. "Nanti tarif pesawat bakal turun, kalau dalam banget mah itu deflasi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :