Ingris bertekad pulihkan kepercayaan perbankan
Selasa, 04 September 2012 - 12:17 WIB
Ingris bertekad pulihkan kepercayaan perbankan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Eksekutif Asosiasi Perbankan Inggris (BBA) yang baru Anthony Browne berjanji mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di negaranya.
Saat berbicara untuk pertama kalinya pascamenjabat Kepala Eksekutif BBA kemarin, Browne menginginkan perbankan Inggris sebagai sektor bisnis yangnormaldanmenjadibagian dalam pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sebagai lembaga yang membawahi sektor perbankan, pihaknya ingin agar BBA bekerja untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik. Komentar tersebut merujuk pada maraknya skandal yang melibatkan perbankan Inggris baik di dalam negeri maupun di negara lain.
Dalam beberapa bulan terakhir, perbankan di Negeri Ratu Elizabeth diguncang skandal pengaturan suku bunga pinjaman antarbank London (Libor). Tak tanggung- tanggung, kasus tersebut melibatkan salah satu bank terbesar di Inggris yakni Barclays. Skandal perbankan juga terjadi di Amerika Serikat (AS), melibatkan HSBC.
Otoritas hukum wilayah New York menuding HSBC melakukan praktik perbankan tidak sehat dengan menerima dana transfer ilegal dari hasil pencucian uang. HSBC dan perusahaan-perusahaan afiliasinya dituduh melancarkan transaksi ilegal senilai lebih dari USD16 miliar yang melibatkan perbankan Iran.
“Perbankan saat ini dalam kondisi tertekan dan berada di level bawah. Kami berharap, ke depan tidak lagi berada kondisi di bawah,” kata Browne dikutip BBC kemarin.
Terkait skandal yang melibatkan perbankan Inggris beberapa waktu lalu, Browne menyatakan akan melakukan apa pun untuk memperbaiki keadaan dan isu yang beredar.
Sementara, Kepala Eksekutif Kelompok Konsumen Inggris Peter Vicary-Smith mengatakan, perbankan saat ini harus melakukan transformasi karena telah kehilangan pedoman moral.
Dia menilai, Browne kini memiliki posisi unik sehingga akan menjadikan kesempatan emas jika mampu melakukan transformasi di sektor perbankan
Saat berbicara untuk pertama kalinya pascamenjabat Kepala Eksekutif BBA kemarin, Browne menginginkan perbankan Inggris sebagai sektor bisnis yangnormaldanmenjadibagian dalam pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sebagai lembaga yang membawahi sektor perbankan, pihaknya ingin agar BBA bekerja untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik. Komentar tersebut merujuk pada maraknya skandal yang melibatkan perbankan Inggris baik di dalam negeri maupun di negara lain.
Dalam beberapa bulan terakhir, perbankan di Negeri Ratu Elizabeth diguncang skandal pengaturan suku bunga pinjaman antarbank London (Libor). Tak tanggung- tanggung, kasus tersebut melibatkan salah satu bank terbesar di Inggris yakni Barclays. Skandal perbankan juga terjadi di Amerika Serikat (AS), melibatkan HSBC.
Otoritas hukum wilayah New York menuding HSBC melakukan praktik perbankan tidak sehat dengan menerima dana transfer ilegal dari hasil pencucian uang. HSBC dan perusahaan-perusahaan afiliasinya dituduh melancarkan transaksi ilegal senilai lebih dari USD16 miliar yang melibatkan perbankan Iran.
“Perbankan saat ini dalam kondisi tertekan dan berada di level bawah. Kami berharap, ke depan tidak lagi berada kondisi di bawah,” kata Browne dikutip BBC kemarin.
Terkait skandal yang melibatkan perbankan Inggris beberapa waktu lalu, Browne menyatakan akan melakukan apa pun untuk memperbaiki keadaan dan isu yang beredar.
Sementara, Kepala Eksekutif Kelompok Konsumen Inggris Peter Vicary-Smith mengatakan, perbankan saat ini harus melakukan transformasi karena telah kehilangan pedoman moral.
Dia menilai, Browne kini memiliki posisi unik sehingga akan menjadikan kesempatan emas jika mampu melakukan transformasi di sektor perbankan
(gpr)
Lihat Juga :