Tingkatkan ekspor, Mendag siap promosi besar-besaran
Selasa, 04 September 2012 - 13:59 WIB
Tingkatkan ekspor, Mendag siap promosi besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan sangat berharap pada stabilisasi harga untuk menopang ekspor hingga akhir tahun. Sebab, dengan penurunan harga internasional yang terjadi, dirasa sulit untuk mencapai surplus.
"Nah, ini akan saya rasa tertopang oleh terjadinya stabilisasi harga komoditas," kata Gita kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Dalam laporannya, harga batubara turun 19,0 persen, palm oil 93,2 persen, karet 61,3 persen, palmkerner oil 33,6 persen dan udang 18,8 persen serta barang tambang selain batubara 22,3 persen.
Selain stabilitas harga, lanjut Gita, masih dalam meningkatkan ekspor, pihaknya akan melangsungkan promosi besar-besaran di bulan-bulan yang tersisa.
"Salah satunya adalah kita lakukan trade expo, dan world ekspor yang mendatangkan ratusan buyer dari negara asing untuk hadir dan melihat ekspor apa saja yang bisa kita lakukan," tegasnya.
Kemudian, menurut Gita adalah peningkatan untuk ekspor produk-produk bernilai tambah. Hal ini juga dipicu oleh impor bahan baku dan barang modal yang sudah berjalan dari enam bulan lalu.
"Ke depan saya yakin ekspor barang nilai tambah tinggi itu akan meningkat. Itu bisa kejadian kalau ekonomi global juga mulai hilang," pungkasnya.
"Nah, ini akan saya rasa tertopang oleh terjadinya stabilisasi harga komoditas," kata Gita kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Dalam laporannya, harga batubara turun 19,0 persen, palm oil 93,2 persen, karet 61,3 persen, palmkerner oil 33,6 persen dan udang 18,8 persen serta barang tambang selain batubara 22,3 persen.
Selain stabilitas harga, lanjut Gita, masih dalam meningkatkan ekspor, pihaknya akan melangsungkan promosi besar-besaran di bulan-bulan yang tersisa.
"Salah satunya adalah kita lakukan trade expo, dan world ekspor yang mendatangkan ratusan buyer dari negara asing untuk hadir dan melihat ekspor apa saja yang bisa kita lakukan," tegasnya.
Kemudian, menurut Gita adalah peningkatan untuk ekspor produk-produk bernilai tambah. Hal ini juga dipicu oleh impor bahan baku dan barang modal yang sudah berjalan dari enam bulan lalu.
"Ke depan saya yakin ekspor barang nilai tambah tinggi itu akan meningkat. Itu bisa kejadian kalau ekonomi global juga mulai hilang," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :