Online trading Vintra layani investor perorangan
Rabu, 05 September 2012 - 15:51 WIB
Online trading Vintra layani investor perorangan
A
A
A
Sindonews.com - Meski bukan pertama kali meluncurkan online trading, PT NISP Sekuritas mengklaim sebagai Anggota Bursa yang memiliki fasilitas online trading berbeda. Pernyataan tersebut juga diakui Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito.
"Saat ini online trading sudah ada lebih dari 70 anggota bursa. Sudah lebih dari 50 persen, sudah 70 dari 114," ujar Ito saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Namun, Ito menyebutkan, online trading yang sudah tersedia sebelumnya, lebih banyak menyasar investor institusi dari luar negeri dan bukan nasabah perseorangan.
"Yang sudah ada itu istilahnya online trading yang nasabah institusi. Ini biasanya adalah perusahaan asing. Online trading ini (Vintra, milik NISP Sekuritas) agak berbeda, ini fasilitas tambahan yang diberikan anggota bursa kepada para nasabahnya untuk melakukan transaksi perdagangan melalui internet," terang Ito menambahkan.
Sebelumnya, kendati memiliki banyak kompetitor, Direktur Utama PT NISP Sekuritas, David Partono mengklaim pihaknya merupakan satu-satunya penyedia jasa layanan online trading yang mampu memberi layanan langsung kepada nasabah dengan berbagai fasilitas Vintra yang telah dipresentasikan sebelumnya.
"Fasilitas-fasilitas kemudahan itu yang tidak dimiliki online trading lain. Itu keunggulan kita," kata David.
PT NISP Sekuritas meluncurkan fasilitas online trading yang diberi nama Vintra (Virtual NISP Sekuritas Online Trading). Nasabah baru ditargetkan meningkat sebesar 10 persen dari diluncurkannya online tersebut.
"Target kita dengan dibukanya trading online ini adalah meningkatnya nasabah kita sebesar 10 persen. total nasabah kita saat ini 800 hingga 1.000 nasabah," kata David.
David menambahkan, hingga tahun depan target online trading NISP Sekuritas mencapai 1.000 klien. Layanan trading online ini melengkapi layanan NISP Sekuritas yang didukung oleh tim pemasaran guna membantu nasabah dalam bertransaksi saham.
"Saat ini online trading sudah ada lebih dari 70 anggota bursa. Sudah lebih dari 50 persen, sudah 70 dari 114," ujar Ito saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Namun, Ito menyebutkan, online trading yang sudah tersedia sebelumnya, lebih banyak menyasar investor institusi dari luar negeri dan bukan nasabah perseorangan.
"Yang sudah ada itu istilahnya online trading yang nasabah institusi. Ini biasanya adalah perusahaan asing. Online trading ini (Vintra, milik NISP Sekuritas) agak berbeda, ini fasilitas tambahan yang diberikan anggota bursa kepada para nasabahnya untuk melakukan transaksi perdagangan melalui internet," terang Ito menambahkan.
Sebelumnya, kendati memiliki banyak kompetitor, Direktur Utama PT NISP Sekuritas, David Partono mengklaim pihaknya merupakan satu-satunya penyedia jasa layanan online trading yang mampu memberi layanan langsung kepada nasabah dengan berbagai fasilitas Vintra yang telah dipresentasikan sebelumnya.
"Fasilitas-fasilitas kemudahan itu yang tidak dimiliki online trading lain. Itu keunggulan kita," kata David.
PT NISP Sekuritas meluncurkan fasilitas online trading yang diberi nama Vintra (Virtual NISP Sekuritas Online Trading). Nasabah baru ditargetkan meningkat sebesar 10 persen dari diluncurkannya online tersebut.
"Target kita dengan dibukanya trading online ini adalah meningkatnya nasabah kita sebesar 10 persen. total nasabah kita saat ini 800 hingga 1.000 nasabah," kata David.
David menambahkan, hingga tahun depan target online trading NISP Sekuritas mencapai 1.000 klien. Layanan trading online ini melengkapi layanan NISP Sekuritas yang didukung oleh tim pemasaran guna membantu nasabah dalam bertransaksi saham.
(gpr)
Lihat Juga :