Infomedia ekspansi ke Australia
Kamis, 06 September 2012 - 09:00 WIB
Infomedia ekspansi ke Australia
A
A
A
Sindonews.com - PT Infomedia Nusantara (Infomedia) melakukan pengembangan bisnis pada sektor jasa Business Process Outsourcing Offshore (BPO Offshore) membidik Australia.
Presiden Direktur PT Infomedia Eddy Kurnia mengakui, baru-baru ini pihaknya telah melakukan penandatangan kerja sama dengan perusahaan Espin Multimedia Pty.Ltd (Espin). Kerja sama itu dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama dengan perusahaan asal Australia Kabo Lawyer. Kerja sama itu menyepakati Infomesia sebagai penyedia jasa BPO bidang non voice dalam bentuk Document Management System (DMS).
“Penandatangan kerja sama dengan Kabo Lawyer dilakukan pada 30 Agustus 2012 lalu di Australia,” kata Eddy Kurnia. Penandatangan kerja sama kedua belah pihak disaksikan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Arief Yahya, Direktur Human Capital & General Affair Telkom Priyantono, dan CEO Espin Multimedia Siam Nugraha.
Pada nota kerjasama itu, Infomedia menyetujui memberikan solusi layanan nonvoice BPO berupa Document Management System (DMS) kepada Kabo Lawyer sebagai perusahaan konsultan hukum yang berbasis di Melbourne, Australia.
Potensi bisnis jasa BPO di Australia, lanjut dia, masih sangat terbuak lebar. Pada tahun 2012 peluang bisnis yang bisa dihasilkan dari jasa BPO sekitar US$ 3.200 juta dan naik pada 2013 menjadi sekitar US$ 3.400 juta. Kondisi tersebut didukung posisi strategis Australia sebagai Negara dengan Gross Domestic Product (GDP) dua kali lebih besar dari Indonesia.
Dimulainya ekspansi bisnis ker Australia dengan perusahaan Kabo Lawyer diharapkan menjadi langkah awal anak perusahaan PT Telkom ini menjadi perusahaan berskala internasional.
“Kerjasama ini diharpakan langkah nyata Infomedia masuk dalam bisnis global BPO market. Kami optimistis, bisnis kami akan diterima kalangan internasional,” pungkas dia.
Menurut dia, hasil riset dari lembaga survey AT Kearney & Gartner, peluang Infomedia untuk menjadi global BPO player cukup besar dengan ranking survei di atas Filipina sebagai pemain utama BPO di dunia. Diakui dia, bisnis BPO saat ini telah menjadi tren dunia. Kehadiran BPO dinilai tepat untuk evisiensi perusahaan. Seperti mengurangi biaya, menghemat budget, dan perusahaan akan lebih fokus pada bisnis inti.
Kedepannya, Infomedia akan terus mengembangkan bisnis tersebut dengan tetap focus pada penyedia information services, yaitu telekomunikasi, informasi, media, dan edutainment. Saat ini, perusahaan ini telah memiliki tujuh portofolio bisnis yaitu Customer Relationship Management, Human Resources, operation Services, data Analytics, Directory&advertising, Digital Rich Content, Printing & Publishing.
Presiden Direktur PT Infomedia Eddy Kurnia mengakui, baru-baru ini pihaknya telah melakukan penandatangan kerja sama dengan perusahaan Espin Multimedia Pty.Ltd (Espin). Kerja sama itu dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama dengan perusahaan asal Australia Kabo Lawyer. Kerja sama itu menyepakati Infomesia sebagai penyedia jasa BPO bidang non voice dalam bentuk Document Management System (DMS).
“Penandatangan kerja sama dengan Kabo Lawyer dilakukan pada 30 Agustus 2012 lalu di Australia,” kata Eddy Kurnia. Penandatangan kerja sama kedua belah pihak disaksikan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Arief Yahya, Direktur Human Capital & General Affair Telkom Priyantono, dan CEO Espin Multimedia Siam Nugraha.
Pada nota kerjasama itu, Infomedia menyetujui memberikan solusi layanan nonvoice BPO berupa Document Management System (DMS) kepada Kabo Lawyer sebagai perusahaan konsultan hukum yang berbasis di Melbourne, Australia.
Potensi bisnis jasa BPO di Australia, lanjut dia, masih sangat terbuak lebar. Pada tahun 2012 peluang bisnis yang bisa dihasilkan dari jasa BPO sekitar US$ 3.200 juta dan naik pada 2013 menjadi sekitar US$ 3.400 juta. Kondisi tersebut didukung posisi strategis Australia sebagai Negara dengan Gross Domestic Product (GDP) dua kali lebih besar dari Indonesia.
Dimulainya ekspansi bisnis ker Australia dengan perusahaan Kabo Lawyer diharapkan menjadi langkah awal anak perusahaan PT Telkom ini menjadi perusahaan berskala internasional.
“Kerjasama ini diharpakan langkah nyata Infomedia masuk dalam bisnis global BPO market. Kami optimistis, bisnis kami akan diterima kalangan internasional,” pungkas dia.
Menurut dia, hasil riset dari lembaga survey AT Kearney & Gartner, peluang Infomedia untuk menjadi global BPO player cukup besar dengan ranking survei di atas Filipina sebagai pemain utama BPO di dunia. Diakui dia, bisnis BPO saat ini telah menjadi tren dunia. Kehadiran BPO dinilai tepat untuk evisiensi perusahaan. Seperti mengurangi biaya, menghemat budget, dan perusahaan akan lebih fokus pada bisnis inti.
Kedepannya, Infomedia akan terus mengembangkan bisnis tersebut dengan tetap focus pada penyedia information services, yaitu telekomunikasi, informasi, media, dan edutainment. Saat ini, perusahaan ini telah memiliki tujuh portofolio bisnis yaitu Customer Relationship Management, Human Resources, operation Services, data Analytics, Directory&advertising, Digital Rich Content, Printing & Publishing.
(gpr)
Lihat Juga :