PTBA luncurkan sentra industri bidang manufaktur
Kamis, 06 September 2012 - 04:30 WIB
PTBA luncurkan sentra industri bidang manufaktur
A
A
A
Sindonews.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA menggelar kegiatan grand launching sentra Industri bidang suku cadang, manufaktur dan umum pada Rabu (5/9/2012), kemarin. Kegiatan ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya di lakukan launching untuk bidang lingkungan dan agrobisnis.
Ketua Tim Sentra Industri Wibisono mengatakan, sentra industri bertujuan untuk meningkatakan kewirausahaan masyarakat yang berada di ring I perusahaan. Melalui program ini, di harapkan tercipta industri binaan yang mampu bersaing secara luas sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, sentra industri terdiri dari berbagai bidang yakni pertanian (abrobisnis) seperti pupuk bokasi, pembibitan (reklamasi dan penghijauan), bidang umum (akomodasi, konveksi) dan bidang suku cadang (manufaktur).
Untuk bidang manufaktur ini diantaranya meliputi pembuatan spare part yang bisa di pakai bagi suku cadang PTBA. Dimana semula, berbagai suku cadang dibuat oleh bengkel utama. Namun, dengan adanya mitra binaan dari program sentra industri ini maka suku cadang akan dibuat oleh masyarakat.
Selain itu juga akan di berdayakan bengkel las, bengkel mesin dan bengkel karet. Sementara, untuk bengkel utama akan di alihkan pada pelayanan besar. Seperti eksavator dan kendaraan berat lainnya.
"Hingga saat ini sudah ada sekitar 15 unit bengkel milik masyarakat yang telah di rangkul untuk mendapatkan pembinaan dan juga menjalin kerjasama dengan PTBA," papar Wibisono pada Sindonews, Rabu (5/9/2012).
Untuk saat ini, kata Wibisono, untuk kawasan memang belum di tetapkan lokasinya. Namun, akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Muaraenim terkait hal ini.
"Harapan ke depan, hasil dari pemberdayaan masyarakat di sekitar ring I ini semuanya dapat diserap oleh PTBA. Sebagai bukti yang telah berjalan yakni pemberdayaan budi daya jamur," papar Wibisono.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PTBA Milawarma menuturkan,program sentra industri masuk dalam prioritas pembangunan Nasional oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Yakni pro ekonomi dan Pro job (kesempatan kerja), Pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan.
Dalam hal ini, PTBA ingin mewujudkan bentuk konkrit dan jangka panjang dari hubungan harmonis dengan lingkungan melalui konsep sentra Industri yang tidak lepas dari sistem kemitraan.
"Sistem kemitraan tak hanya mampu menciptkan hubungan yang harmonis namun juga mampu meningkatkan nilai perusahaan serta pembangunan citra perusahaan," terang Milawarma.
Milawarma menambahkan, program sentra industri juga dinilai mampu menjawab kondisi masyarakat di sekitar perusahaan. Dimana, masih banyak tenaga kerja yang belum mampu terserap pada instasi atau perusahaan maka akan dapat di tampung dalam lapangan industri.
"Target dari sentra industri adalah mulai dari pembekalan keahlian anggota, produksi, pemasaran, izin usaha berbadan hukum, modal kerja, ataupun pendampingan," ucapnya.
Ketua Tim Sentra Industri Wibisono mengatakan, sentra industri bertujuan untuk meningkatakan kewirausahaan masyarakat yang berada di ring I perusahaan. Melalui program ini, di harapkan tercipta industri binaan yang mampu bersaing secara luas sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, sentra industri terdiri dari berbagai bidang yakni pertanian (abrobisnis) seperti pupuk bokasi, pembibitan (reklamasi dan penghijauan), bidang umum (akomodasi, konveksi) dan bidang suku cadang (manufaktur).
Untuk bidang manufaktur ini diantaranya meliputi pembuatan spare part yang bisa di pakai bagi suku cadang PTBA. Dimana semula, berbagai suku cadang dibuat oleh bengkel utama. Namun, dengan adanya mitra binaan dari program sentra industri ini maka suku cadang akan dibuat oleh masyarakat.
Selain itu juga akan di berdayakan bengkel las, bengkel mesin dan bengkel karet. Sementara, untuk bengkel utama akan di alihkan pada pelayanan besar. Seperti eksavator dan kendaraan berat lainnya.
"Hingga saat ini sudah ada sekitar 15 unit bengkel milik masyarakat yang telah di rangkul untuk mendapatkan pembinaan dan juga menjalin kerjasama dengan PTBA," papar Wibisono pada Sindonews, Rabu (5/9/2012).
Untuk saat ini, kata Wibisono, untuk kawasan memang belum di tetapkan lokasinya. Namun, akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Muaraenim terkait hal ini.
"Harapan ke depan, hasil dari pemberdayaan masyarakat di sekitar ring I ini semuanya dapat diserap oleh PTBA. Sebagai bukti yang telah berjalan yakni pemberdayaan budi daya jamur," papar Wibisono.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PTBA Milawarma menuturkan,program sentra industri masuk dalam prioritas pembangunan Nasional oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Yakni pro ekonomi dan Pro job (kesempatan kerja), Pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan.
Dalam hal ini, PTBA ingin mewujudkan bentuk konkrit dan jangka panjang dari hubungan harmonis dengan lingkungan melalui konsep sentra Industri yang tidak lepas dari sistem kemitraan.
"Sistem kemitraan tak hanya mampu menciptkan hubungan yang harmonis namun juga mampu meningkatkan nilai perusahaan serta pembangunan citra perusahaan," terang Milawarma.
Milawarma menambahkan, program sentra industri juga dinilai mampu menjawab kondisi masyarakat di sekitar perusahaan. Dimana, masih banyak tenaga kerja yang belum mampu terserap pada instasi atau perusahaan maka akan dapat di tampung dalam lapangan industri.
"Target dari sentra industri adalah mulai dari pembekalan keahlian anggota, produksi, pemasaran, izin usaha berbadan hukum, modal kerja, ataupun pendampingan," ucapnya.
(gpr)