Pertumbuhan ekonomi Australia melambat

Kamis, 06 September 2012 - 10:56 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi Australia melambat
A A A
Sindonews.com - Tingkat pertumbuhan ekonomi Australia melambat pada kuartal II/2012 sebesar 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,3%. Hal tersebut disebabkan adanya penurunan permintaan global untuk sumber daya dan konsumsi domestik.

Kepala Ekonom AMP Capital Investors Shane Oliver mengatakan, akibat hal itu timbul kekhawatiran bahwa pertumbuhan Australia dapat melemah lebih lanjut.

“Sydney tengah bergerak ke fase ekonomi yang cukup berisiko akibat sedikit melemahnya sektor pertambangan,” ujarnya seperti dilansir BBC,kemarin.

Dia menambahkan, sektor pertambangan Negeri Kanguru telah menjadi salah satu pendorong terbesar bagi pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, perlambatan pertumbuhan ekonomi di pasar utama seperti China dan India telah menghantam permintaan untuk sumber daya Australia sehingga berdampak kepada tingkat pertumbuhan.

Harga komoditas seperti bijih besi yang turun dalam beberapa bulan terakhir juga memperburuk keadaan dan menggerus keuntungan perusahaan- perusahaan tambang. Hal itu juga telah memaksa beberapa perusahaan untuk menunda rencana ekspansinya sehingga melukai investasi di dalam perekonomian.

Sekadar diketahui, dua penambang besar Australia yakni BHP Billiton dan Fortescue Metal Group telah mengumumkan penundaan dalam memperluas fasilitasnya di Australia.

Menanggapi hal itu para analis mengutarakan, kombinasi dari semua faktor memiliki dampak negatif pada pertumbuhan Australia. Selain itu, harga komoditas yang tidak membaik dapat melukai pertumbuhan negara tersebut dalam jangka panjang.

“Jika harga bijih besi tetap merosot yang saat ini hampir 30% dalam dua bulan terakhir, maka ada ancaman nyata terhadap pertumbuhan pada 2013 mendatang,” imbuh Oliver.

Selain turunnya permintaan global, konsumsi domestik juga berkontribusi dalam melemahnya perekonomian Australia. Data yang dirilis awal pekan ini menunjukkan,penjualan ritel turun sebesar 0,8% pada Juli dari bulan sebelumnya, di mana menjadi penurunan terbesar dalam dua tahun.

Keuntungan perusahaan kuartal kedua juga merosot 0,7% dari tiga bulan sebelumnya yang menjadi penurunan pendapatan tiga kuartal berturut-turut. Pada saat yang sama, penguatan mata uang Australia juga turut melukai sektor ekspornya.

Dolar Australia telah meningkat lebih dari 8% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak Juni,hal itu membuat barang-barang negara tersebut lebih mahal bagi pembeli asing.

Kepala Ekonom JP Morgan Stephen Walters memaparkan bahwa masalah itu dan perlambatan di sektor pertambangan dapat menggerus pertumbuhan dalam beberapa bulan mendatang. “Karena itu, semester kedua akan jauh lebih menantang,”tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Australia Larang Ekspor...
Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia...
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia Mulai Berlaku Minggu Ini
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Resmi Resesi, Ini yang...
Resmi Resesi, Ini yang Dialami Masyarakat Australia
Terbongkar! Ini Alasan...
Terbongkar! Ini Alasan Sebenarnya China Tekan Ekspor Australia
Berita Terkini
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
46 menit yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
58 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
1 jam yang lalu
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
1 jam yang lalu
Kirim Uang ke Luar Negeri...
Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Hemat: Pakai BRImo dan Nikmati Cashback Rp50.000
1 jam yang lalu
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
2 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved