Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia

Kamis, 06 Mei 2021 - 11:34 WIB
loading...
Perang Dingin, China...
China akhirnya membekukan jalur utama dialog ekonomi antarnegara dengan Australia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah China telah mengumumkan penangguhan tanpa batas waktu semua kegiatan di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia - pembekuan formal pertama dari mekanisme diplomatik sejak hubungan antara kedua negara memburuk.

Badan perencana utama China, Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tanggapan atas tindakan pemerintah Australia . Keputusan ini juga berlaku sesegera mungkin.

Baca Juga: UE Ungkap Rencana Lepaskan Ketergantungan Terhadap China

Beijing menuduh Australia melakukan "serangkaian tindakan untuk mengganggu pertukaran normal dan kerja sama" dan mengatakan pemerintah Persemakmuran memiliki pola pikir "Perang Dingin" dan mempraktikkan "diskriminasi ideologis" terhadap negara itu.

Komunikasi tingkat tinggi kementerian telah dibekukan oleh pemerintah China. Langkah terbaru ini dilakukan setelah pemerintahan Morrison bulan lalu membatalkan perjanjian Belt and Road antara China dan negara bagian Victoria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved