Resmi Resesi, Ini yang Dialami Masyarakat Australia

Rabu, 02 September 2020 - 17:54 WIB
loading...
Resmi Resesi, Ini yang...
Australia secara resmi berada dalam resesi pertamanya selama hampir tiga dekade. Foto/Ilustrasi/Okezone
A A A
CANBERRA - Australia secara resmi berada dalam resesi ekonomi pertamanya selama hampir tiga dekade, dengan angka PDB kuartal Juni yang menunjukkan ekonomi mundur sebesar 7% - penurunan terburuk yang pernah tercatat dan sedikit lebih buruk dari perkiraan sebagian besar ekonom.

Angka dari Biro Statistik Australia (ABS) hari ini mengkonfirmasi penurunan 0,3% kuartal Maret, yang berarti ekonomi Australia minus selama dua kuartal berturut-turut, atau memenuhi definisi umum resesi. Penurunan PDB kuartalan sebesar 7% ini juga lebih dari tiga kali lebih buruk daripada penurunan terbesar sebelumnya sebesar 2% pada bulan Juni 1974.

Rekor penurunan aktivitas ekonomi didorong oleh sektor swasta, yang banyak di antaranya ditutup atau dibatasi karena upaya untuk menahan pandemi Covid-19. Permintaan swasta mengambil 7,9 poin persentase dari ekonomi, sementara surplus perdagangan dan peningkatan pengeluaran pemerintah masing-masing bertambah 1 dan 0,6 poin persentase.

(Baca Juga: Australia Tertarik Kerjasama Pengembangan Vaksin dengan Indonesia)

"Seperti yang diperkirakan, belanja pemerintah dan ekspor bersih memberikan dukungan (terhadap pertumbuhan), tetapi ini dibanjiri oleh jatuhnya permintaan sektor swasta," kata Sarah Hunter dari BIS Oxford Economics seperti dikutip ABC News, Rabu (2/9/2020).

Penurunan terbesar dalam pengeluaran swasta berasal dari penurunan besar-besaran 12,1% dalam pengeluaran rumah tangga, yang dipimpin oleh penurunan belanja layanan sebesar 17,6%, karena banyak dari bisnis ini ditutup untuk sebagian dari periode tiga bulan dan dibatasi selama sisanya.

Sektor akomodasi dan makanan sejauh ini merupakan sektor yang paling terpukul, dengan output anjlok 39% dalam tiga bulan hingga 30 Juni. Perhotelan, rekreasi dan transportasi adalah sektor yang terkena dampak paling parah, bersama dengan layanan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
One Global Capital Perluas...
One Global Capital Perluas Portofolio Resor melalui Hotel Butik di Parramatta
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD,...
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD, Indonesia Punya Pengalaman Hindari Jurang Resesi
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Rekomendasi
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved