Butuh kekuatan besar untuk hadapi Freeport
Kamis, 06 September 2012 - 13:32 WIB
Butuh kekuatan besar untuk hadapi Freeport
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah masih bimbang untuk memastikan menyelesaian renegosiasi dengan PT Freport Indonesia di tahun 2013. Pasalnya, pada proses ini disebutkan menyangkut manajemen besar yang berlangsung puluhan tahun lalu.
"Mudah-mudahan. Karena kalau yang besar seperti Freeport sudah tidak bisa negosiasi cepat, harus melibatkan manajemen lengkap, karena ini menyangkut manajemen besar puluhan tahun di sini," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik seusai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Sejak renegosiasi akan dilangsungkan, progres masih berkutat pada keinginan Freeport untuk mau melakukan renegosiasi. Bahkan terkait royalti yang sempat ditawarkan pemerintah, juga belum ada tanda-tanda akan disetujui perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. "Belum, namanya renegosiasi ngga mungkin langsung final," tegasnya.
Jero mengungkapkan dirinya terpilih sebagai ketua harian tim renegosiasi dimana ketua tim dipegang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berpendapat bahwa renegosiasi kontrak karya Freeport berjalan baik. "Bagus, Freeport bagus sekali. Mereka mau menaikkan royalti, sebagian lahan, membangun smelter (pabrik pemurnian), mesti membangun kajian, mau meningkatkan local content dan peran dari pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan lokal," sebut Hatta beberapa waktu lalu.
Disebutkan pula, Freeport juga mau melakukan divestasi sahamnya. Namun, kata dia, angkanya belum disepakati. Pemerintah sendiri meminta kepemilikan nasional bisa sampai 51 persen pada perusahaan tersebut. "Saya juga minta IPO (initial public offering), mereka setuju. Divestasi mereka juga setuju tapi belum sampai 51 persen. Kita enggak bisa memaksa kontraknya itu kan," papar dia.
"Mudah-mudahan. Karena kalau yang besar seperti Freeport sudah tidak bisa negosiasi cepat, harus melibatkan manajemen lengkap, karena ini menyangkut manajemen besar puluhan tahun di sini," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik seusai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Sejak renegosiasi akan dilangsungkan, progres masih berkutat pada keinginan Freeport untuk mau melakukan renegosiasi. Bahkan terkait royalti yang sempat ditawarkan pemerintah, juga belum ada tanda-tanda akan disetujui perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. "Belum, namanya renegosiasi ngga mungkin langsung final," tegasnya.
Jero mengungkapkan dirinya terpilih sebagai ketua harian tim renegosiasi dimana ketua tim dipegang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berpendapat bahwa renegosiasi kontrak karya Freeport berjalan baik. "Bagus, Freeport bagus sekali. Mereka mau menaikkan royalti, sebagian lahan, membangun smelter (pabrik pemurnian), mesti membangun kajian, mau meningkatkan local content dan peran dari pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan lokal," sebut Hatta beberapa waktu lalu.
Disebutkan pula, Freeport juga mau melakukan divestasi sahamnya. Namun, kata dia, angkanya belum disepakati. Pemerintah sendiri meminta kepemilikan nasional bisa sampai 51 persen pada perusahaan tersebut. "Saya juga minta IPO (initial public offering), mereka setuju. Divestasi mereka juga setuju tapi belum sampai 51 persen. Kita enggak bisa memaksa kontraknya itu kan," papar dia.
(gpr)
Lihat Juga :