Malaysia dan Timor Leste pesan panser Pindad
Jum'at, 07 September 2012 - 05:00 WIB
Malaysia dan Timor Leste pesan panser Pindad
A
A
A
Sindonews.com - Timor Leste berencana memesan kendaraan taktis (rantis) dan kendaraan panser Anoa produksi PT Pindad (persero).
Hal tersebut ditegaskan Direktur Produksi dan Manufaktur PT Pindad Tri Hardjono seusai menerima kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di kawasan PT Pindad, Kota Bandung, kemarin. “Timor Leste rencananya akan memesan rantis dan Anoa. Dalam waktu dekat, kami akan bertandang ke Timor Leste untuk membuat kesepakatan,” kata dia.
Menurut dia, Timor Lester diperkirakan akan memesan kendaraan rantis dan Anoa dalam jumlah besar. Sebagai Negara baru, Timor Leste memerlukan penambahan kendaraan tempur. Akan tetapi, Tri belum bisa menyebutkan berapa kendaraan tempur yang akan dipesan Negara itu kepada PT Pindad.
Apabila rencana tersebut terlaksana, maka Timor Leste menjadi Negara tetangga setelah Malaysia yang memesan kendaraan tempur ke PT Pindad. “Dengan Malaysia kita sudah jalan. Mereka memesan 32 unit Anoa,” jelas dia. Satu unit panser Anoa buatan PT Pindad di hargai US$1 juta.
Peningkatan pesanan dalam dan luar negeri, lanjut Tri, akan menaikkan pendapatan PT Pindad sampai tahun 2014 senilai Rp3 triliun. Sampai akhir tahun, PT Pindad optimistis mampu menorehkan pendapatan sebesar Rp1,8 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari pendapatan di tahun-tahun sebelumnya yang hanya pada kisaran Rp1 triliun.
“Dalam waktu dekat, kami akan menambah investasi pada mesin pembuat amunisi senilai Rp150 miliar. Sementara untuk belanja modal pada alat produksi senjata dan kendaraan, akan kami lakukan bertahap mulai tahun 2013 mendatang,” beber dia. Upaya tersebut, sejalan dengan peningkatan pemesanan kepada PT Pindad.
Untuk keperluan itu, PT Pindad tidak akan mengandalkan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Pihaknya, justru akan mencari dana segar dari bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI untuk mendapatkan pinjaman dana investasi secara cepat dan terjangkau. “Kita dibebaskan untuk mencari dana di luar PMN, yang penting murah,” timpal dia.
Hal tersebut ditegaskan Direktur Produksi dan Manufaktur PT Pindad Tri Hardjono seusai menerima kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di kawasan PT Pindad, Kota Bandung, kemarin. “Timor Leste rencananya akan memesan rantis dan Anoa. Dalam waktu dekat, kami akan bertandang ke Timor Leste untuk membuat kesepakatan,” kata dia.
Menurut dia, Timor Lester diperkirakan akan memesan kendaraan rantis dan Anoa dalam jumlah besar. Sebagai Negara baru, Timor Leste memerlukan penambahan kendaraan tempur. Akan tetapi, Tri belum bisa menyebutkan berapa kendaraan tempur yang akan dipesan Negara itu kepada PT Pindad.
Apabila rencana tersebut terlaksana, maka Timor Leste menjadi Negara tetangga setelah Malaysia yang memesan kendaraan tempur ke PT Pindad. “Dengan Malaysia kita sudah jalan. Mereka memesan 32 unit Anoa,” jelas dia. Satu unit panser Anoa buatan PT Pindad di hargai US$1 juta.
Peningkatan pesanan dalam dan luar negeri, lanjut Tri, akan menaikkan pendapatan PT Pindad sampai tahun 2014 senilai Rp3 triliun. Sampai akhir tahun, PT Pindad optimistis mampu menorehkan pendapatan sebesar Rp1,8 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari pendapatan di tahun-tahun sebelumnya yang hanya pada kisaran Rp1 triliun.
“Dalam waktu dekat, kami akan menambah investasi pada mesin pembuat amunisi senilai Rp150 miliar. Sementara untuk belanja modal pada alat produksi senjata dan kendaraan, akan kami lakukan bertahap mulai tahun 2013 mendatang,” beber dia. Upaya tersebut, sejalan dengan peningkatan pemesanan kepada PT Pindad.
Untuk keperluan itu, PT Pindad tidak akan mengandalkan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Pihaknya, justru akan mencari dana segar dari bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI untuk mendapatkan pinjaman dana investasi secara cepat dan terjangkau. “Kita dibebaskan untuk mencari dana di luar PMN, yang penting murah,” timpal dia.
(gpr)