Outstanding kredit perbankan DIY tumbuh 12,96%

Sabtu, 08 September 2012 - 08:02 WIB
Outstanding kredit perbankan...
Outstanding kredit perbankan DIY tumbuh 12,96%
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan kredit perbankan di wilayah DI Yogyakarta meningkat cukup pesat. Pada semester pertama 2012 ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Yogyakarta, mencatat outstanding kredit yang dikucurkan perbankan umum dan syariah mencapai Rp20,26 triliun.

Kepala BI perwakilan Yogyakarta Mahdi Mahmudy mengatakan, outstanding kredit ini meningkat 12,96 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2011, outstanding kredit ini hanya tumbuh 11,86 persen.

"Pertumbuhan ini tidak lepas dari semakin membaiknya kondisi perekonomian di DIY," jelas Mahdi, Jumat (7/9/2012).

Menurutnya, pertumbuhan kredit tertinggi pada kredit investasi, yang meningkat 29,44 persen menjadi Rp3,088 triliun. Pertumbuhan kredit modal kerja, naik 15,45 persen menjadi Rp8,4 triliun. Sedangkan kredit konsumsi hanya tumbuh 6,02 persen menjadi Rp8,77 triliun.

Peningkatan nilai kredit ini, kebanyakan dipakai untuk membiayai sektor perdagangan, real estate, dan usaha persewaan. Selain itu juga dari sektor transportasi dan pengangkutan, serta sektor industri pengolahan.

"Suku bunga kredit yang cenderung turun, menjadi salah satu pendukung pertumbuhan ini," tutur Mahdi.

Outstanding kredit bank umum di DIY, kata Mahdi, sebenarnya dapat lebih tinggi jika undisbursed loan direalisasikan. Undisbursed loan pada semester pertama mencapai Rp1,72 triliun, khusus untuk kredit modal kerja yang mencapai Rp1,56 triliun. Sementara itu secara sektoral, undisbursed loan terjadi di sektor Perdagangan Rp786,1 miliar dan sektor Industri Pengolahan Rp380,6 miliar.

Peningkatan kinerja kredit juga tercermin pada tingkat NPL yang hanya 2,7 persen. Sebelumnya di 2011 lalu, NPL masih mencapai 3,3 persen. Perbaikan kinerja kebanyakan terjadi di bank umum, sejalan dengan meningkatnya kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit, upaya penagihan yang intensif, dan situasi perekonomian yang mendukung membaiknya pendapatan masyarakat.

Humas Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Fadhil Nugroho, mengatakan kegiatan Bank Syariah juga cukup tinggi. Ini tercermin pada kemampuan dalam menghimpunan dana pihak ketiga (DPK). DPK yang berhasil dihimpun tumbuh 11,40 persen menjadi Rp1,99 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan tumbuh 12,80 persen menjadi Rp1,73 triliun.

"Tingginya aktifitas bank syariah ini antara lain dipicu oleh maraknya pendirian bank syariah di DIY," jelasnya.

Perkembangan kegiatan usaha di Bank Syariah juga diikuti kinerja pembiayaan yang cukup baik dengan Non Perfomance Financing 2,21 persen. Pangsa asset terhadap bank umum mencapai 6,51 persen, melampaui target angka nasional 5,00 persen.

Adapun untuk kumlah kredit UMKM meningkat Rp8,29 triliun atau naik 18,53 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Saat ini ada 243.750 rekening peminjam. Kenaikan tertinggi terjadi pada kredit investasi 30,12 persen menjadi Rp2,06 triliun, sedangkan kredit modal kerja naik 15,14 persen menjadi Rp6,24 triliun. “Imbas ekonomi yang membaik ikut mendukung perkembangan UMKM,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved